Jakarta, CNN Indonesia --
Media sosial ramai dengan pengakuan seorang perempuan muda asal Bali yang didiagnosis gagal ginjal. Ia sebelumnya sering mengeluhkan gejala mual dan muntah.
Di usianya yang belum genap menginjak 30 tahun, Grace Tanggu didiagnosis gagal ginjal stadium 5. Ia mengaku kaget karena kerap menjaga pola makan sehat.
Sebelum didiagnosis, Grace kerap mengalami gejala mual dan muntah. Ia pun sering mengonsumsi obat untuk mengatasi asam lambung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, aku memang sering mual-muntah saat kuliah dulu, saat mual muntah dulu itu aku biasanya minum obat dan cukup membantu lah mual muntahnya bisa berkurang dan bahkan bisa kembali enggak ada lagi," ujarnya dalam video viral di TikTok, mengutip detikhealth, Kamis (21/8).
Tapi, keluhan mual dan muntah semakin intens hingga Grace harus gonta-ganti jenis obat. Keluhan kemudian bertambah sakit kepala. Pemeriksaan tekanan darah awal, hasilnya masih normal.
"Akhirnya aku minum paracetamol untuk sakit kepala dan tetap obat-obatan maag untuk mengurangi mual muntahnya," ujar dia.
Saat gejala tak kunjung mereda, ia kemudian memeriksakan kembali tekanan darah darahnya. Hasilnya cukup mengejutkan, didapati tekanan darah Grace mencapai 190/120 mg/dL.
Diagnosis gagal ginjal juga didapat saat pemeriksaan darah. Kala itu, kadar kreatinin dalam darah Grace terbilang tinggi, di angka 2,7 mg/dL. Hal ini mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal.
Pada kondisi normal, kadar kreatinin berkisar antara 0,6-1,2 mg/dL pada pria dan 0,5-1,1 mg/dL pada wanita.
Selain itu, Grace juga mengalami air kencing atau urine yang berbusa.
"Tapi aku pikir enggak kenapa-kenapa karena enggak ada keluhan di bagian ginjal atau rasa sakit pinggang dan ketusuk-tusuk," tambah dia.
Kini, dokter menyarankan Grace untuk melakukan cuci darah karena kerusakan ginjal sudah memasuki stadium akhir. Fungsi ginjal Grace bahkan telah berada di bawah 15 persen.
(asr/asr)