Tak Semua Pemalu, Ini 4 Tipe Introvert yang Perlu Kamu Tahu

2 hours ago 2

tis | CNN Indonesia

Jumat, 13 Feb 2026 08:15 WIB

Introvert tak melulu pendiam dan pemalu. Ada empat tipe introvert dengan karakter dan kebutuhan sosial yang berbeda. Ilustrasi. Introvert itu ada banyak jenisnya. (Maguiss/Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Saat mendengar kata introvert, banyak orang langsung membayangkan sosok pendiam, pemalu, atau canggung di tengah keramaian. Padahal, anggapan itu tak sepenuhnya benar. Faktanya, introvert hadir dalam berbagai bentuk dengan karakter yang beragam.

Secara umum, introversi memang dikaitkan dengan sifat tenang, mandiri, dan cenderung menikmati waktu sendiri. Namun, menjadi introvert bukan berarti anti-sosial, penakut, atau selalu merasa cemas.

Banyak introvert justru nyaman bersosialisasi, asal memiliki waktu untuk mengisi ulang energi setelahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, supaya lebih jelas, berikut ada empat tipe introvert yang kerap dibahas, masing-masing memiliki ciri, preferensi sosial, dan cara berinteraksi yang berbeda. Berikut penjelasannya:

Istilah sosial introvert terdengar kontradiktif, tetapi tipe ini benar-benar ada. Social introvert menikmati waktu sendiri, namun bukan berarti menolak interaksi sosial.

Mereka lebih menyukai pertemuan kecil bersama orang-orang terdekat dibandingkan keramaian besar.

"Sosial introvert cenderung berkomunikasi dengan cara yang tenang, terukur, dan penuh pertimbangan," ujar terapis holistik Jenny Flora mengutip Verry Well Mind.

Para sosial introvert ini tidak terburu-buru merespons, melainkan memilih menyusun jawaban yang matang.

Percakapan mendalam dalam lingkaran kecil adalah favorit mereka. Alih-alih datang ke pesta besar, sosial introvert lebih memilih duduk lama berbincang dengan satu sahabat.

Sifat reflektif dan empatik membuat mereka dikenal sebagai pendengar yang baik, bahkan kerap menjadi pemimpin yang efektif di tempat kerja.

Psikolog klinis Lilit Ayrapetyan, menjelaskan pendekatan ini membantu sosial introvert mengelola energi dan tetap bersikap autentik. Sayangnya, mereka sering disalahpahami sebagai pemalu atau tidak ramah, padahal dalam zona nyaman, sosial introvert justru hangat dan percaya diri.

2. Anxious introverts

Berbeda dengan social introvert, anxious introvert kerap merasa cemas dan tidak nyaman dalam situasi sosial. Mereka menghindari interaksi karena takut berbuat salah, dipermalukan, atau dinilai negatif oleh orang lain.

Introvert dengan tingkat neurotisisme yang lebih tinggi cenderung lebih rentan mengalami kecemasan. Dalam praktiknya, anxious introvert sering terlihat gugup saat harus bersosialisasi dan memilih lingkungan yang familiar serta terstruktur untuk menenangkan diri.

Penelitian menunjukkan sekitar sepertiga orang dengan gangguan kecemasan sosial memiliki kepribadian anxious introvert. Untuk mengatasinya, Ayrapetyan menyarankan persiapan sebelum bersosialisasi, seperti merencanakan topik obrolan atau membatasi durasi kehadiran.

Beberapa strategi yang bisa membantu antara lain fokus mendengarkan, melakukan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, menetapkan ekspektasi realistis, serta menyediakan waktu sendiri setelah acara sosial untuk memulihkan energi.

3. Thinking introverts

Thinking introvert dikenal sebagai sosok introspektif dan kreatif. Mereka memiliki imajinasi yang kaya, gemar melamun, dan sering tenggelam dalam dunia pikirannya sendiri.

"Thinking introvert sering dianggap sebagai pemimpi dengan kemampuan berpikir kritis, empati, dan kreativitas yang tinggi," kata Wells.

Mereka cenderung analitis dan mempertimbangkan banyak sudut pandang sebelum mengambil keputusan.

Beberapa riset bahkan mengaitkan tipe ini dengan perbedaan struktur otak. Studi lama menemukan introvert memiliki materi abu-abu lebih tebal di korteks prefrontal, area yang berperan dalam pengambilan keputusan dan pemikiran abstrak.

Meski logis dan teliti, thinking introvert kerap terjebak overthinking. Dalam situasi sosial, mereka lebih nyaman berbincang empat mata dan baru membuka diri ketika topik pembicaraan terasa bermakna dan menstimulasi intelektual.

4. Restrained introverts

Restrained introvert, atau introvert terhambat, cenderung sangat berhati-hati dan waspada. Mereka butuh waktu untuk merasa nyaman sebelum benar-benar terlibat dalam interaksi sosial.

Ciri-cirinya antara lain berpikir matang sebelum bertindak, menyukai rutinitas, tidak menyukai kejutan, dan gemar merencanakan segala sesuatu dengan detail. Mereka juga membutuhkan waktu sendiri yang cukup, terutama setelah bersosialisasi.

Dalam pertemuan sosial, restrained introvert lebih suka mengamati terlebih dahulu sebelum berbicara. Mereka mungkin tampak dingin atau menjaga jarak, tetapi sebenarnya adalah pendengar yang baik dan pengambil keputusan yang cermat.

Tipe ini juga sering memilih komunikasi tertulis seperti pesan singkat atau email dibandingkan percakapan spontan. Sayangnya, sikap tertutup ini kerap disalahartikan sebagai ketidaktertarikan, sehingga membuat mereka kehilangan peluang sosial.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International