CNN Indonesia
Jumat, 13 Feb 2026 09:00 WIB
Ilustrasi. Gorengan jadi salah satu makanan pemicu kanker. (iStockphoto/Andang Riana)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mengonsumsi makanan sehat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kanker. Sebaliknya, kita juga perlu mengenali makanan pemicu tumbuhnya sel kanker agar dapat lebih selektif sejak dini.
Mengutip laman World Health Organization (WHO), kanker merupakan istilah untuk sekelompok besar penyakit yang dapat bermula di hampir semua organ atau jaringan tubuh. Kanker terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali, melampaui batas normal, lalu menyerang jaringan di sekitarnya atau menyebar ke organ lain.
Selain faktor genetik dan lingkungan, gaya hidup turut berperan dalam meningkatkan risiko kanker. Pola makan termasuk salah satu faktor yang banyak diteliti. Sejumlah penelitian menunjukkan ada beberapa jenis makanan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa makanan pemicu tumbuhnya sel kanker yang perlu dibatasi konsumsinya, merujuk berbagai sumber kesehatan seperti Healthline.
1. Daging olahan
Daging olahan adalah daging yang diawetkan melalui proses pengasapan, penggaraman, fermentasi, atau pengeringan. Contohnya antara lain sosis, hot dog, kornet, dan daging asap.
Dalam proses pengolahannya, daging jenis ini dapat menghasilkan senyawa yang bersifat karsinogenik. Konsumsi daging olahan dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar dan kanker lambung.
2. Gorengan
Gorengan menjadi camilan favorit banyak orang, mulai dari tempe goreng, bakwan, hingga pisang goreng. Namun, makanan bertepung yang dimasak pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa bernama akrilamida.
Beberapa penelitian menunjukkan akrilamida berpotensi merusak DNA dan memicu perubahan sel. Karena itu, konsumsi gorengan sebaiknya dibatasi dan tidak dijadikan kebiasaan harian.
3. Produk susu tertentu
Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi produk susu dalam jumlah tinggi dengan peningkatan risiko kanker prostat. Produk yang dimaksud antara lain susu, keju, dan yoghurt.
Meski demikian, bukan berarti produk susu harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar dan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi harian.
4. Gula dan karbohidrat olahan
Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan seperti kue manis, roti putih, sereal tinggi gula, serta nasi putih berlebihan juga perlu dibatasi.
Konsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Kedua kondisi ini berhubungan dengan peradangan kronis dan stres oksidatif dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.
5. Makanan dengan tambahan zat kimia
Makanan yang mengandung bahan tambahan kimia tertentu, seperti pengawet dan kadar garam tinggi, juga perlu diwaspadai. Salah satu contohnya adalah mi instan yang umumnya tinggi natrium dan mengandung bahan tambahan.
Mengonsumsi mi instan sesekali mungkin tidak masalah. Namun, menjadikannya sebagai pengganti makanan utama setiap hari bukanlah pilihan bijak bagi kesehatan jangka panjang.
Mengenali makanan pemicu tumbuhnya sel kanker bukan berarti harus hidup dalam ketakutan. Kuncinya ada pada pola makan seimbang, variasi asupan, serta membatasi konsumsi makanan berisiko. Langkah kecil yang dilakukan sejak dini bisa menjadi investasi besar untuk kesehatan di masa depan.
(hdr/tis)


















































