Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon untuk mulai membeli batu bara sebagai pembangkit listrik.
Perintah itu disampaikan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali industri batu bara yang kesulitan bersaing dengan sumber energi lebih murah serta tak lagi dilirik karena kekhawatiran perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan membeli banyak batu bara melalui militer sekarang," kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih yang dihadiri CEO Peabody Energy, James Grech, seperti dikutip CNBC.
Trump meneken perintah eksekutif ini pada Rabu (11/2) yang mengarahkan Pentagon membuat perjanjian pembelian jangka panjang dengan pembangkit listrik tenaga batu bara dan memprioritaskan "pelestarian dan pemanfaatan strategis" dari "aset energi berbasis batu bara".
Perintah Trump tidak menyebutkan berapa banyak energi yang harus dibeli Pentagon maupun dengan ketentuan seperti apa.
Pada kesempatan itu, ia juga mengumumkan bahwa Kementerian Energi AS akan menginvestasikan US$175 juta untuk meningkatkan enam pembangkit listrik tenaga batu bara di North Carolina, Ohio, West Virginia, Kentucky, dan Virginia.
"Orang-orang terpenting di sini hari ini adalah mereka yang rela mengotori tangan untuk menjaga agar Amerika tetap berjalan dengan kecepatan penuh," kata Trump, seperti dikutip Al Jazeera.
Industri batu bara AS telah mengalami penurunan selama bertahun-tahun karena kesulitan bersaing dengan gas alam dan energi terbarukan.
Pembangkit listrik AS yang berasal dari pembakaran batu bara hanya sekitar 16 persen pada 2023. Jumlah ini turun dari 51 persen pada 2001, menurut data Badan Informasi Energi AS.
(blq/dna)


















































