Ungguli Bali, Ini Provinsi di RI yang Paling Untung dari Sektor Wisata

1 day ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 07 Jan 2026 06:15 WIB

Apresiasi patut diberikan untuk Provinsi Jawa Tengah, di mana total pendapatan yang dihasilkan dari objek daya wisata komersialnya tertinggi se-Indonesia. Wisatawan berkunjung ke objek wisata di Semarang, Jawa Tengah(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, CNN Indonesia --

Meskipun Bali jadi daya tarik utama pariwisata Indonesia, tapi ternyata Pulau Dewata yang banyak dilirik wisatawan mancanegara ini bukanlah penyumbang cuan atau keuntungan wisata terbanyak untuk Indonesia.

Tak disangka, provinsi lain yang justru berhasil meraup pendapatan dari sektor pariwisata yang lebih tinggi dibanding Bali.

Apresiasi patut diberikan untuk Provinsi Jawa Tengah, di mana total pendapatan yang dihasilkan dari objek daya wisata komersialnya berhasil jadi yang tertinggi se-Indonesia. Jawa Tengah menyumbang pendapatan wisata dengan total mencapai Rp2,77 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Bali berada di posisi kedua dengan total pendapatan sebesar Rp2,56 triliun. Peringkat selanjutnya secara berurutan ditempati oleh DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Banten.

Melansir Detik, dalam daftar, provinsi di luar Pulau Jawa yang termasuk penyumbang pendapatan tertinggi adalah Sumatera Utara, Riau, dan Sulawesi Selatan.

Besarnya pendapatan wisata suatu daerah biasanya diiringi dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan. Jawa Tengah sendiri memiliki sejumlah destinasi menarik, mulai dari wisata alam hingga situs budaya yang kaya. Dalam hal ini, berbagai destinasi populer Jawa Tengah tersebut mampu menarik banyak wisatawan.

Objek wisata alam komersial yang ada di seluruh Indonesia tercatat ada sebanyak 1.570 destinasi. Nah, Jawa Tengah menjadi rumah bagi objek wisata alam komersial terbanyak, tepatnya ada 250 destinasi.

Jawa Barat menyusul dengan 224 usaha objek wisata, serta Jawa Timur dengan 210 usaha. Bisa dilihat bahwa konsentrasi tinggi berada di tiga provinsi Pulau Jawa, ini mencerminkan pengembangan wisata alam komersial di Indonesia masih terpusat.

Artinya untuk wilayah lain yang objek wisata alam komersialnya masih tertinggal dari Pulau Jawa, diharapkan bisa membuka ruang ekspansi lebih lanjut.

Bukan hanya objek wisata alam komersial, tetapi Jawa Tengah juga memimpin wisata budaya komersial di Indonesia dengan total 51 usaha. Disusul oleh DKI Jakarta dengan 43 usaha, Jawa Timur dengan 39 usaha, Jawa Barat dengan 37 usaha, dan Bali dengan 24 usaha.

Jawa dan Bali yang mendominasi posisi teratas ini membuat ketimpangan semakin terlihat, dibandingkan dengan kawasan lainnya di luar Jawa dan Bali yang disimpulkan minim objek wisata budaya komersial.

Menanggapi kondisi ini, Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata dan Analis Kebijakan BA Center, Taufan Rahmadi, menekankan bahwa ke depannya pariwisata Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan ikon wisata, melainkan juga perlu orkestrasi destinasi.

"Pemerintah daerah harus berani bergeser dari logika 'destinasi unggulan' ke destination system. Jawa Tengah memberi contoh bahwa pariwisata yang dikelola sebagai jaringan, bukan panggung tunggal adalah kunci kedaulatan ekonomi pariwisata nasional," pungkas Taufan.

(ana/wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International