#USTAZTANYADONG
CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 15:15 WIB
Ilustrasi. Mimpi makan dan minum saat berpuasa, ternyata tak bikin puasa batal. (istockphoto/swissmediavision)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bangun tidur dengan perasaan panik karena merasa baru saja makan saat puasa? Jangan buru-buru khawatir. Banyak orang mengalami mimpi makan atau minum di siang hari Ramadhan, lalu bertanya-tanya, apakah puasanya batal?
Pertanyaan ini kerap muncul setiap bulan suci. Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.
Menurut Ustaz Wahyul, mimpi makan saat puasa tidak membatalkan puasa. Alasannya sederhana namun mendasar, peristiwa dalam mimpi tidak terjadi di dunia nyata dan tidak bisa dijadikan landasan dalam pengambilan hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puasa batal jika ada aktivitas makan atau minum secara sadar dan sengaja di siang hari. Sementara mimpi terjadi di alam bawah sadar, di luar kendali manusia," jelasnya.
Mengapa mimpi tak membatalkan puasa?
Dalam ajaran Islam, hukum ibadah berkaitan dengan perbuatan nyata dan kesadaran pelakunya. Seseorang dinilai melakukan pelanggaran jika ada unsur sengaja dan sadar.
Mimpi, sebaliknya, terjadi tanpa kontrol. Bahkan seseorang tidak bisa memilih isi mimpinya. Karena itu, apa pun yang terjadi dalam tidur, termasuk mimpi makan, minum, atau bahkan mimpi buruk tidak berpengaruh pada keabsahan puasa.
Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa seseorang tidak dibebani hukum atas sesuatu yang berada di luar kesadarannya.
Lalu bagaimana jika terasa sangat nyata?
Tak sedikit orang yang merasa mimpi tersebut begitu nyata, sampai ada sensasi rasa atau kenyang. Namun tetap saja, selama tidak ada aktivitas makan atau minum secara fisik setelah terbangun, puasanya tetap sah.
"Yang perlu diperhatikan justru adalah kondisi setelah bangun tidur. Pastikan tidak benar-benar makan atau minum karena setengah sadar. Jika itu terjadi secara sadar dan disengaja, barulah puasa bisa batal," kata Ustaz Wahyul.
Sebaliknya, bila seseorang benar-benar lupa bahwa dirinya sedang berpuasa lalu makan atau minum, itu pun memiliki hukum tersendiri dan tidak serta-merta membatalkan puasa.
Intinya, mimpi bukanlah perbuatan nyata. Maka tidak ada alasan untuk membatalkan puasa hanya karena pengalaman di alam tidur. Alih-alih cemas, jadikan momen itu sebagai pengingat untuk lebih menjaga kesadaran dan niat ibadah sepanjang hari.
Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.
Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.
(tis/tis)


















































