Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak dunia kembali naik pada Rabu (29/4), memperpanjang reli dalam beberapa hari terakhir, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan global.
Kenaikan ini dipicu oleh laporan yang menyebut Presiden AS Donald Trump berencana memperpanjang blokade terhadap Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent kontrak Juni naik 52 sen atau 0,47 persen menjadi US$111,78 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terangkatnya harga menandai penguatan selama delapan hari berturut-turut, sementara kontrak Juli yang lebih aktif juga naik 0,4 persen ke level US$104,84 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni naik 57 sen atau 0,57 persen menjadi US$100,50 per barel. Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya melonjak 3,7 persen dan mencatat kenaikan dalam tujuh dari delapan sesi terakhir.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Trump meminta para bawahannya menyiapkan langkah untuk memperpanjang blokade terhadap Iran. Kebijakan ini diyakini akan semakin menekan ekspor minyak Iran dan memperpanjang gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Dalam laporan itu disebutkan AS akan terus menekan ekonomi Iran dengan membatasi aktivitas pengiriman ke dan dari pelabuhan negara tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperketat tekanan terhadap sektor energi Iran yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara itu.
Analis Haitong Futures Yang An mengatakan kenaikan harga minyak dipicu oleh ketegangan di jalur distribusi utama energi global.
"Jika Trump memperpanjang blokade, gangguan pasokan akan semakin parah dan terus mendorong harga minyak lebih tinggi," ujarnya.
Meski gencatan senjata telah terjadi dalam konflik AS-Israel dengan Iran, situasi di kawasan masih belum stabil. Iran dilaporkan tetap menutup arus pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Di sisi lain, Amerika Serikat terus memblokade pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan terhadap program nuklir negara tersebut. Iran sendiri menuntut kompensasi atas konflik yang terjadi serta pelonggaran sanksi ekonomi yang selama ini membatasi ekspor energinya.
Penutupan Selat Hormuz turut memperketat pasokan global dan mendorong penarikan dari cadangan minyak dunia. Kondisi ini memperkuat tren kenaikan harga di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Data industri juga menunjukkan penurunan stok minyak AS dalam dua pekan terakhir. Laporan menyebutkan persediaan minyak mentah turun 1,79 juta barel pada pekan yang berakhir 24 April. Sementara itu, stok bensin anjlok 8,47 juta barel dan distilat turun 2,6 juta barel.
(ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google


















































