Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump mengultimatum tidak akan ada yang tersisa dari Iran jika Teheran tidak segera menyetujui kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Pernyataan ini semakin menunjukkan bahwa Trump, yang mematik perang dengan serangan udara ke Iran pada 28 Februari lalu, sejauh ini kesulitan memecah kebuntuan dan mencapai tujuan operasi militernya di Teheran dan mengakhiri perang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya bergerak CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT KRUSIAL!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya, Minggu (17/5).
Perang AS-Iran memicu Teheran memblokade Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen ekspor minyak dunia, serta menyeret Israel dan Lebanon hingga memperluas peperangan di Timur Tengah.
AS dan Iran terus menerus menemui kebuntuan dalam mencapai mufakat dalam menyusun proposal damai.
Iran menuntut gencatan senjata permanen di Lebanon sebelum kesepakatan damai yang lebih luas dengan Trump dapat dicapai.
Sementara itu, Trump sendiri disebut frustrasi karena Teheran menolak menyetujui perjanjian sesuai syarat yang diajukan Washington.
Washington dan Teheran sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata pada 8 April, namun negosiasi damai mandek dan serangan sporadis masih terus terjadi.
Pada Minggu, media Iran melaporkan Amerika gagal memberikan konsesi konkret dalam respons terbaru terhadap agenda negosiasi yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang.
Kantor berita Iran Fars menyebut Washington mengajukan proposal damai berisi lima poin, termasuk tuntutan agar Iran hanya mengoperasikan satu fasilitas nuklir dan menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi kepada Amerika.
(rds)
Add
as a preferred source on Google


















































