CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 22:30 WIB
Ilustrasi. Sejumlah kebiasaan di malam hari yang kita anggap biasa saja, ternyata bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung. (iStockphoto/Kateryna Kukota)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada sejumlah kebiasaan di malam hari yang sering dianggap sepele dan terasa seperti reward atau hadiah setelah menjalani beratnya aktivitas seharian. Namun, tanpa kita sadari, kebiasaan tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung.
Penyakit jantung berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun akibat sinyal berulang dari pola tekanan darah, peradangan, regulasi glukosa, hingga kualitas tidur. Banyak dari faktor ini dipengaruhi oleh rutinitas malam hari yang kita jalani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan di malam hari yang ganggu kesehatan jantung
Berikut ini sejumlah kebiasaan di malam hari yang menurut para dokter jantung bisa memperburuk kesehatan jantung Anda, meskipun terlihat biasa saja. Apa saja itu?
1. Makan larut malam
Menurut ahli kardiologi intervensi, Sanjay Bhojraj, fungsi metabolik tubuh mengikuti ritme sirkadian, sehingga sensitivitas insulin menurun di malam hari. Tubuh jadi kurang efisien dalam memproses glukosa dan lemak.
"Makan larut malam dikaitkan dengan kadar gula darah yang lebih tinggi setelah makan, gangguan metabolisme lipid, dan peningkatan sinyal peradangan," tulis Bhojraj di CNBC Make It.
2. Olahraga intens
Olahraga memang baik untuk jantung, tetapi waktu pelaksanaannya penting. Latihan berat di malam hari dapat meningkatkan kadar kortisol dan menunda peralihan tubuh dari mode "fight-or-flight" ke mode "rest-and-repair".
Kata Bhojraj, kegiatan ini dapat menunda waktu tidur, meningkatkan denyut jantung semalaman, dan menurunkan variabilitas denyut jantung yang merupakan indikator penting ketahanan kardiovaskular. Jadi, lebih baik lakukan olahraga ringan saja di malam hari.
3. Konsumsi alkohol
Selain tak baik untuk tubuh dalam jangka panjang, minum alkohol di malam hari juga dapat merusak pola tidur, mengurangi tidur REM (rapid eye movement), dan menghambat produksi melatonin.
"Hal ini juga meningkatkan denyut jantung istirahat dan mengurangi penurunan tekanan darah normal di malam hari, suatu pola yang sangat terkait dengan peningkatan risiko kardiovaskular," kata Bhojraj.
4. Paparan cahaya terang
Paparan cahaya terang setelah matahari terbenam akan menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur, tekanan darah, dan aktivitas antioksidan dalam sistem kardiovaskular.
Tips dari Bhojraj, gunakan lampu dengan warna hangat dan lampu meja di level mata untuk meniru kondisi cahaya saat matahari terbenam.
5. Minum kopi atau teh
Kopi atau teh di malam hari memang terasa nyaman, tetapi kafein bertahan lama dalam tubuh. Kafein dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan denyut jantung, dan menunda waktu tidur.
Akibatnya, tidur menjadi kurang nyenyak dan tekanan darah bisa meningkat keesokan harinya. Kafein bisa tetap aktif hingga 6 jam atau lebih, sehingga minum kopi jam 7 malam masih bisa memengaruhi tubuh saat tengah malam.
6. Menggunakan gawai sebelum tidur
Scrolling di ponsel atau menonton televisi sebelum tidur sudah menjadi kebiasaan. Namun perlu diingat, layar memancarkan cahaya biru yang memberi sinyal ke otak bahwa saat ini masih siang hari.
Hal ini menunda pelepasan melatonin dan mengakibatkan siklus tidur yang lebih pendek dan berkualitas buruk.
"Paparan cahaya di malam hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 30-50%," ujar konsultan senior kardiologi, VP Sharma, seperti dilansir Times of India.
7. Kerja lembur
Banyak orang sibuk yang menggunakan malam hari untuk kerja lembur, terkadang disertai merokok sebagai cara melepas stres.
Namun, aktivitas ini dapat meningkatkan kadar kortisol dan merangsang jantung. Nikotin khususnya, menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.
Menunda tidur dengan menonton video atau menelusuri media sosial terasa sepele, tetapi efeknya besar.
"Pola tidur 'burung hantu malam' terus-menerus dikaitkan dengan risiko serangan jantung atau stroke hingga 16 persen lebih tinggi," ujar Sharma.
Tidur bukan hanya waktu istirahat, tetapi momen penting jantung melakukan perbaikan. Memotong waktu tidur, berarti memotong proses pemulihan penting bagi kesehatan jantung.
Dengan memahami dan menghindari kebiasaan di malam hari yang berisiko ini, Anda bisa menjaga kesehatan jantung lebih optimal. Mulailah dari perubahan kecil untuk memperbaikinya.
(rti)
Add
as a preferred source on Google


















































