Siaga Hantavirus, Penumpang 4 Negara Ini Diawasi Masuk Bandara Soetta

4 hours ago 4

CNN Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 14:15 WIB

Langkah ini diambil guna mengantisipasi masuknya Hantavirus ke Indonesia, terutama dari negara-negara yang telah mengonfirmasi temuan kasus tersebut. Ilustrasi suasana Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara internasional.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi masuknya virus Hanta ke Indonesia, terutama dari negara-negara yang telah mengonfirmasi temuan kasus tersebut.

Kepala BBKK Bandara Soetta, Naning Nugrahini, menyatakan bahwa pengetatan ini merupakan respons cepat terhadap laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait kematian tiga penumpang kapal pesiar akibat infeksi Hantavirus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Negara dalam Pengawasan Ekstra

Otoritas kesehatan bandara memberikan atensi khusus bagi penumpang yang datang dari empat negara di Benua Amerika, baik melalui penerbangan langsung maupun transit:

1. Amerika Serikat
2. Argentina
3. Uruguay
4. Panama.

"Kami melakukan pengetatan ekstra untuk penerbangan dari negara-negara tersebut. Namun, daftar ini bisa bertambah atau dikoreksi mengikuti perkembangan temuan kasus baru di dunia," ujar Naning di Tangerang, seperti dilansir Detik, Rabu (13/5).

BBKK Soetta telah menyiapkan sistem deteksi dini berlapis untuk menyaring risiko penularan di area kedalaman bandara.

Penumpang wajib mengisi deklarasi kesehatan melalui aplikasi SATUSEHAT. Melalui data ini, petugas dapat memetakan risiko penumpang sebelum mereka turun dari pesawat.

Selain itu, setiap penumpang yang tiba di Bandara Soetta akan melewati pemindaian suhu tubuh dan observasi visual oleh petugas medis.

Kemudian, jika ditemukan gejala mencurigakan, penumpang akan langsung diarahkan untuk pemeriksaan mendalam oleh dokter karantina.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Bandara Soetta telah menyiagakan jalur evakuasi khusus yang terpisah dari alur penumpang umum.

Fasilitas pendukung jalur evakuasi khusus meliputi, unit kendaraan yang didesain khusus untuk merujuk pasien dengan penyakit menular agar tidak terjadi kontaminasi selama perjalanan ke rumah sakit rujukan.

Ada juga akses steril untuk meminimalkan kontak fisik dengan orang lain saat proses identifikasi berlangsung.

Naning mengimbau masyarakat dan pelaku perjalanan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan memperkuat sistem imun tubuh. Perlu diketahui bahwa Hantavirus tidak menular antarmanusia secara umum seperti flu.

Penularan Hantavirus melalui kontak langsung dengan urin, kotoran, atau air liur tikus. Kemudian, menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari limbah hewan pengerat tersebut.

"Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan daya tahan tubuh tetap prima agar tidak mudah terpapar," pungkasnya.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International