Jakarta, CNN Indonesia --
Heli Super Puma TNI AU menemukan serpihan diduga helikopter PK-CFX yang hilang kontak dalam penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (16/4).
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan serpihan ditemukan pada jarak sekitar 3km dari titik awal dilaporkan hilang.
"Pada pukul 15.25 WIB Heli Super Puma TNI AU kembali ke Lanud Supadio. Hasil pemantauan ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat helikopter Airbus H-130 PK-CFX pada jarak kurang lebih 3km ke arah barat dari titik awal hilang kontak," kata Syafii dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Syafii, informasi soal temuan serpihan tersebut kemudian diteruskan ke unsur darat untuk memudahkan menuju ke titik lokasi.
Lebih lanjut, Syafii turut mengungkapkan kondisi medan di lokasi hilang kontaknya tersebut berada di kawasan hutan rimbun.
"Kondisi medan lokasi jatuhnya/hilangnya kontak berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal," ujarnya.
Helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4).
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra menyatakan peristiwa tersebut pertama kali diterima pihaknya pada pukul 10.40 WIB dari pihak AirNav. Helikopter itu dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 08.39 WIB di Desa Tapang Tingang.
"Benar, kami menerima informasi terkait hilangnya kontak helikopter PK-CFX di wilayah Sekadau," ujar Junetra dalam keterangan yang diterima detikKalimantan, Kamis (16/4).
Helikopter milik PT Matthew Air itu terbang dari Melawi menuju Kubu Raya. Namun, di tengah perjalanan, pesawat tersebut diduga mengalami gangguan hingga akhirnya hilang kontak di sekitar Kecamatan Nanga Taman.
Berdasarkan informasi sementara yang dikonfirmasi Basarnas, helikopter PK-CFX berjenis Airbus H-130 tipe H-130T2 itu mengangkut delapan orang, termasuk pilot.
Data Polres Sekadau melaporkan manifes penerbangan CaptMarindra W (pilot) dan Harun Arasyd (co-pilot) dan enam penumpang, yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
(dis/dal)
Add
as a preferred source on Google


















































