Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan lahan di Tanah Abang yang diklaim Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Rosario de Marshal alias Hercules, merupakan aset negara.
Penegasan itu disampaikan setelah ia menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Kamis (16/4).
Ara, sapaan akrab Maruarar, menyatakan lahan di kawasan Tanah Abang tersebut merupakan aset negara melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero). Lahan itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan rumah rakyat berupa 500 unit rumah susun (rusun). Pembangunan ini akan melibatkan pihak swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lahan itu sebelumnya diklaim Hercules bukan milik negara, melainkan milik ahli waris bernama Sulaeman Effendi.
"Saya senang tadi soal tanah (di lahan) Kereta Api yang ada di Jakarta, itu jelas itulah aset negara, sudah disampaikan seperti itu," kata Ara kepada wartawan.
Ia menambahkan pada Jumat besok (17/3) ia akan mengikuti rapat di kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) untuk membahas pemanfaatan aset milik negara melalui BUMN dalam pembangunan rumah rakyat.
Menurut Ara, dalam rapat tersebut perwakilan dari Kementerian ATR/BPN juga akan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait status kepemilikan lahan di Tanah Abang.
"Besok juga Pak Nusron akan menugaskan dirjen (direktur jenderal) dari sini untuk menjelaskan kepada teman-teman apa alasan-alasannya dan kejelasan seperti tanah yang ada di Tanah Abang itu jelas adalah aset negara," ujarnya.
Polemik soal kepemilikan tanah di Tanah Abang dengan Hercules terekam dalam video yang diunggah Ara di akun Instagramnya pada 5 April lalu. Dalam video tersebut, terlihat ada perdebatan antara Ara dan Hercules.
Dalam video, awalnya Ara terlihat berbincang dengan sejumlah pihak, salah satunya Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. Ia bertanya soal lahan di Tanah Abang itu. Lantas Bobby mengatakan lahan itu kini dikuasai oleh ormas secara ilegal.
Ara pun kembali bertanya soal status lahan. Ia menegaskan negara tidak boleh kalah dengan kondisi itu.
"Ini saya menganggap bahwa hukumnya udah beres ya. Jamin ya? Ini berarti bicara keberanian kan. Bicara ketegasan kan, kasih sama yang berani aja. Masa negara kalah sama yang beginian," kata Ara.
Video lalu memperlihatkan Ara dan rombongan meninjau sebuah lahan. Di momen ini, Maruarar sempat berdebat dengan Hercules soal kepemilikan lahan.
Hercules meyakini lahan itu bukan punya negara. Ia mengaku memiliki bukti lengkap.
"Kita berarti pandangannya berbeda, saya hormati pandangan Pak Hercules," kata Ara.
"Kami punya bukti semua lengkap," jawab Hercules.
"Bapak Hercules, saya hormati pendapatnya. Saya datang ke sini baik-baik, saya jelaskan siapa saya. Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya," ucap Ara.
Video kemudian memperlihatkan Hercules menjelaskan soal hak pengelolaan lahan (HPL).
"HPL itu untuk mengelola lahan, tapi bukan untuk memiliki. Kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan," kata Hercules.
(dhz/pta)
Add
as a preferred source on Google


















































