Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Luar Negeri Indonesia buka suara soal negosiasi Amerika Serikat dengan Iran di Pakistan belum mencapai kesepakatan pekan lalu.
"Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas tentunya dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara dua pihak," kata Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers di gedung Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Yvonne mengatakan Indonesia memandang perundingan tersebut sebagai langkah awal yang tepat, penting, dan perlu terus dilanjutkan.
"Kita menyerukan kepada seluruh pihak tentunya di tengah proses ini untuk terus menahan diri dan tetap mengedepankan selalu dialog dan diplomasi dan menghindari meluasnya efek konflik terhadap stabilitas dan kedamaian dunia," ungkap dia.
Yvonne juga mengatakan Indonesia menekankan betapa penting semua pihak menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara hukum internasional, serta Piagam PBB.
"Dan kita menyatakan kembali komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya diplomasi yang dilakukan terkait isu ini," ungkap dia.
Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan pekan lalu.
Pemerintahan Trump ingin Iran mengakhiri program nuklir dan menyerahkan material uranium yang diperkaya. Namun, Teheran menolak.
Iran ingin AS menghormati hak pengayaan uranium mereka, berhenti menggempur Iran dan proksinya, hingga mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Negosiasi itu berlangsung di Islamabad, Pakistan, usai lebih dari sebulan Amerika Serikat beserta Israel menggempur habis-habisan Iran.
Iran dan AS dilaporkan akan kembali menggelar putaran kedua untuk membahas penerapan gencatan senjata. Negosiasi kemungkinan akan kembali digelar di Pakistan.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google


















































