CNN Indonesia
Minggu, 17 Mei 2026 06:38 WIB
Ilustrasi. Orang yang suka menggerakan kaki saat duduk. (Merry Wahyuningsih)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kebiasaan menggoyangkan kaki saat duduk sering dianggap sekadar gerakan refleks atau tanda seseorang sedang gugup. Padahal, di balik gerakan kecil tersebut, ada berbagai sinyal tentang cara kerja pikiran dan kondisi emosional seseorang.
Dalam dunia psikologi, gerakan kecil berulang seperti menggoyangkan kaki dikenal sebagai fidgeting. Kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan kecemasan, rasa bosan, atau tubuh yang membutuhkan stimulasi tambahan agar tetap fokus.
Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gerakan fisik ringan justru dapat membantu fungsi kognitif tertentu, termasuk menjaga konsentrasi dan membantu otak memproses informasi lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, orang yang sering menggoyangkan kaki belum tentu sedang tidak sopan atau gelisah. Bisa jadi, tubuh mereka sedang membantu pikiran tetap aktif.
Merangkum berbagai sumber, berikut beberapa ciri atau kepribadian yang kerap dimiliki orang dengan kebiasaan menggoyangkan kaki.
1. Pemikir mendalam
Orang yang sering menggoyangkan kaki umumnya memiliki pikiran yang aktif. Mereka cenderung tidak hanya menerima informasi mentah-mentah, tetapi juga menganalisis, mempertimbangkan, dan membangun sudut pandang sendiri.
Saat terlalu banyak hal dipikirkan dalam waktu bersamaan, tubuh terkadang melepaskan energi itu lewat gerakan kecil tanpa disadari.
2. Selalu berpikir selangkah ke depan
Mereka juga sering memiliki kebiasaan memikirkan berbagai kemungkinan sebelum sesuatu terjadi. Tipe orang seperti ini senang menyusun rencana, membaca situasi, dan mempersiapkan skenario cadangan.
Sifat tersebut bisa membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan. Namun, jika berlebihan, pola pikir ini juga rentan membuat seseorang terjebak dalam overthinking.
3. Cenderung cemas
Menggoyangkan kaki bisa menjadi cara tubuh meredakan ketegangan emosional. Banyak orang melakukannya secara otomatis saat merasa stres, gugup, atau tertekan.
Kecemasan memang tidak selalu terlihat jelas dari ekspresi wajah. Namun, tubuh sering menunjukkan sinyal melalui bahasa nonverbal, termasuk gerakan kaki yang terus-menerus.
4. Suka melamun
Orang dengan kebiasaan ini juga kerap tenggelam dalam pikirannya sendiri. Mereka bisa membayangkan banyak hal sekaligus, mulai dari ide, rencana, hingga skenario yang belum tentu terjadi.
Dalam beberapa kasus, melamun justru berkaitan dengan kreativitas. Gerakan kaki membantu menjaga fokus agar pikiran tidak terlalu jauh mengembara.
5. Lebih memprioritaskan orang lain
Sebagian orang yang sering menggoyangkan kaki ternyata memiliki kecenderungan memikirkan kebutuhan orang lain lebih dulu dibanding dirinya sendiri.
Mereka mudah merasa bertanggung jawab terhadap sekitar dan sulit benar-benar rileks. Akibatnya, tubuh tetap menyimpan ketegangan yang muncul lewat gerakan kecil berulang.
6. Overthinker
Orang yang berpikir berlebihan biasanya sulit merasa tenang, bahkan ketika situasi sebenarnya baik-baik saja. Pikiran mereka terus bekerja tanpa henti.
Gerakan kaki menjadi semacam pelampiasan fisik dari kepadatan pikiran tersebut. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini dapat membantu tubuh mengurangi tekanan sementara waktu.
7. Ambisius
Orang ambisius cenderung memiliki dorongan besar untuk terus bergerak dan produktif. Mereka sulit merasa benar-benar santai karena pikirannya selalu dipenuhi target atau rencana berikutnya.
Tak heran jika energi itu akhirnya keluar dalam bentuk gerakan kecil seperti menggoyangkan kaki.
8. Terbiasa multitasking
Sebagian orang membutuhkan stimulasi tambahan agar bisa tetap fokus. Karena itu, mereka merasa lebih nyaman melakukan gerakan kecil sambil berpikir atau bekerja.
Bagi tipe ini, kombinasi aktivitas fisik ringan dan aktivitas mental justru membantu menjaga konsentrasi.
9. Memiliki energi tinggi
Orang dengan energi tinggi umumnya sulit duduk diam terlalu lama. Tubuh mereka terbiasa aktif bergerak, bahkan dalam kondisi santai sekalipun.
Gerakan menggoyangkan kaki bisa menjadi cara alami tubuh menyalurkan energi tersebut agar tetap stabil.
Pada akhirnya, kebiasaan menggoyangkan kaki bukan sekadar gerakan tanpa arti. Dalam banyak situasi, hal itu bisa menjadi cerminan dari pikiran yang aktif, emosi yang kompleks, atau kebutuhan tubuh untuk tetap terstimulasi.
Meski demikian, satu kebiasaan tentu tidak bisa langsung mendefinisikan kepribadian seseorang secara utuh. Namun, memahami bahasa tubuh kecil seperti ini dapat membantu kita lebih mengenali diri sendiri dan cara kerja pikiran sehari-hari.
(tis)
Add
as a preferred source on Google


















































