Pemain Bhayangkara U-20 dan Dewa United U-20 Maaf-maafan, Jadi Teman

8 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemain Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 kini sudah saling bermaaf-maafan dan setelah sempat ricuh di lapangan pada akhir pekan lalu.

Aksi negatif Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 dalam ajang Elite Pro Academy U-20 yang mengubah lapangan sepak bola menjadi arena tawuran mendapat sorotan.

Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina, menyatakan dua pihak telah bertemu dalam situasi yang jauh lebih bersahabat dibanding tiga hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai. Kami sudah bersilaturahmi, sudah maaf-maafan. Kembali lagi, anak-anak ini adalah tanggung jawab kita sama-sama. Anak-anak ini bukan anak-anak kita, tapi anak-anak kami," ucap Firman.

Mantan pemain Timnas Indonesia itu juga menjelaskan pemain yang mendapat sorotan dalam kericuhan, Fadly Alberto Hengga, sudah meminta maaf kepada pemain Dewa United yang ditendangnya, Raka Nurkholis.

"Jadi, anak-anak kami itu adalah anak-anak yang kami harus lindungi sama-sama. Tadi juga Berto sudah minta maaf kepada Raka, bahkan teman-teman yang lain atau pemain-pemain yang lain, kami rasa ini sudah clear," katanya.

Firman mengapresiasi kemauan anak-anak Bhayangkara dan Dewa United untuk kembali saling rangkul dan melupakan kejadian ricuh.

"Mediasi berlangsung dari permintaan maaf teman-teman Bhayangkara FC. Terus Alberto juga langsung meminta maaf dan saya rasa itu luar biasa. Untuk pemain sepak bola perlu diacungi jempol karena ada permintaan [maaf] yang cepat. Kemarin ada kejadian, hari ini di-clear-kan. Itu hal yang luar biasa."

"Dan dengan Raka [pemain Dewa United] dan teman-teman yang lain juga, bukan karena hanya mereka yang viral tapi tim ada 11 pemain bahkan ada 22 lebih perlu maaf-maafan. Mereka saat ini sudah jati teman lagi dan saling berbicara bahkan saling kenal. Ada juga yang satu kampung sebetulnya," jelasnya.

Firman juga menekankan tidak ada agenda mencari kesalahan dalam pertemuan tersebut, melainkan mengedepankan urusan sepak bola dan mengingatkan para pemain agar tetap memiliki sikap baik di lapangan.

"Itu yang kami sampaikan kepada pemain untuk masa depan, memikirkan keluarga, menghargai yang sudah didapatkan sekarang. Karena menjadi pemain tim nasional dan klub-klub besar itu tidak gampang. Sedangkan orang lain di luar sana berburu untuk bermain di tim besar Liga Indonesia," ujarnya.

"Maka dari itu, kesempatan ini jangan disia-siakan dengan hal-hal bodoh. Itu yang kami sampaikan kepada pemain Dewa United dan Bhayangkara. Akhirnya situasi jadi cair dan mereka bermaaf-maafan. Kami ingin tetap lanjut di liga ini dan memperbaiki citra sepak bola di Elite Pro Academy ini," tukas Firman.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International