Pemkot Jaksel Bentuk Tim Awasi Pedagang Siomay Ikan Sapu-Sapu

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengambil langkah pengawasan terhadap peredaran siomay yang diduga menggunakan bahan ikan sapu-sapu.

Upaya ini dilakukan melalui pembentukan tim terpadu guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

"Kami harus bawa tim dari Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) yang betul-betul mengerti makanan ini kandungannya ada ikan sapu-sapu atau tidak," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Jakarta, Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemkot Jaksel menegaskan pendekatan yang dilakukan tidak bersifat mendadak atau represif. Pemeriksaan akan dilakukan secara terukur agar tidak merugikan para pedagang kecil.

"Jangan sampai kita entar main sergap aja akhirnya kasihan pedagangnya," ucap dia.

Selain pengawasan, pemerintah juga akan mengedepankan edukasi kepada pedagang terkait pentingnya penggunaan bahan pangan yang aman dan layak konsumsi.

Sementara itu, Sudin KPKP Jakarta Selatan mulai melakukan pemetaan wilayah yang akan menjadi fokus pengawasan terhadap pedagang siomay berbahan olahan perikanan.

"Terkait sidak olahan pengolah hasil perikanan kita sudah mulai mapping dulu nih, saat ini nih nanti juga pastikan kita infokan ke teman-teman kapan memang kalau kita ada pergerakan," ucap Arief.

Tak hanya menyasar pengawasan makanan, Pemkot Jaksel juga menggencarkan penanganan ikan sapu-sapu di lingkungan perairan. Bantuan alat tangkap telah disalurkan ke seluruh kecamatan untuk mendukung kegiatan tersebut.

"Kita sudah mulai mendistribusikan bantuan untuk peralatan tangkap di seluruh Kecamatan. Karena teman-teman dari kecamatan juga bersemangat untuk berpartisipasi dalam operasi penangkapan ikan sapu-sapu di wilayah masing-masing," ucap dua.

Ke depan, operasi penangkapan ikan sapu-sapu akan kembali digelar pada awal Mei. Proses pemusnahan dilakukan sesuai rekomendasi MUI, yakni dengan mematikan ikan terlebih dahulu sebelum dikubur di lokasi yang telah ditentukan seperti BBI dan Kebun Bibit Ciganjur.

Selain dimusnahkan, pemerintah juga tengah mengkaji pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan pakan ternak dan pupuk organik agar memiliki nilai guna lanjutan.

(antara/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International