Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap sejumlah dampak dari gempa bumi yang mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Dari informasi yang ia dapat dari Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizal Anwar, kondisi jalan dan jembatan di Minahasa Utara dan Bitung masih aman.
Namun, dampak gempa tetap dirasakan pada fasilitas lain, salah satunya di gedung kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku Utara yang mengalami pecah kaca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, hari ini teman-teman di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang work from home sambil mengikuti arahan dari BMKG dan BPBD disempat," katanya dalam acara diskusi bersama media di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Kamis (2/4).
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Gorontalo. Dody menyebut ada sejumlah ruas jalan yang terdampak, termasuk longsor. Kementerian PU kini sedang bekoordinasi dengan BPBD, BMKG, dan Basarnas untuk penanganan cepat di lapangan. Contohnya, jika ada jembatan yang putus, Kementerian PU bersama lembaga lainnya akan membangun jembatan sementara.
"Kami akan segera bekerjasama dengan BNPB, BPBD, maupun dengan TNI-Polri untuk paling enggak minimum kita biasanya bikin jembatan sementara dulu supaya arus logistik tidak terganggu," ujar Dody.
"Kalau memang diperlukan nanti berikutnya kita akan bikin yang lebih permanen," jelasnya.
Ia menegaskan, tim dari Kementerian PU telah diterjunkan ke sejumlah daerah terdampak, termasuk Maluku Utara dan Gorontalo, untuk melakukan penanganan di lapangan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis ini.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut tsunami terdeteksi terjadi di wilayah Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB dan wilayah Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB.
Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi.
Oleh karena itu, BNPB meminta masyarakat khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia mengatakan pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Lebih lanjut, Abdul mengatakan hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.
(dhz/pta)
Add
as a preferred source on Google


















































