INDEF Ungkap Ragam Dampak Tarif Trump ke RI: Biaya sampai Produksi

19 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha Rachbini mengungkap dampak tarif timbal balik yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32 persen terhadap perekonomian Indonesia.

Ia menjelaskan secara rata-rata tahunan, pangsa pasar ekspor Indonesia ke AS sebesar 10,3 persen. Ini terbesar kedua setelah ekspor Indonesia ke China.

Menurutnya, penerapan tarif 32 persen pada produk ekspor Indonesia akan berdampak pada penurunan ekspor Indonesia ke AS secara signifikan, seperti tekstil, alas kaki, elektronik, furnitur, serta produk pertanian dan perkebunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan secara teori, dengan adanya penerapan tarif, maka akan terjadi trade diversion dari pasar yang berbiaya rendah ke pasar yang berbiaya tinggi.

"Sehingga akan berdampak pada biaya yang tinggi bagi pelaku ekspor untuk komoditas unggulan, seperti tekstil, alas kaki, elektronik, furniture, dan produk pertanian, dampaknya adalah melambatnya produksi, dan lapangan pekerjaan," kata Eisha dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4).

Menurutnya, pemerintah perlu segera bernegosiasi dengan AS agar dapat meminimalkan atau mengurangi dampak tarif bagi produk ekspor Indonesia ke AS.

Ia mengatakan kekuatan negosiasi diplomatik menjadi sangat krusial, dalam memitigasi dampak dari perang dagang dengan AS.

Pemerintah juga dinilai perlu mengoptimalkan perjanjian dagang secara bilateral dan multilateral, CEPA, serta inisiasi perjanjian Kerjasama dengan negara non-tradisional untuk mendorong ekspor produk terdampak

"Sehingga, pelaku ekspor dan industri terdampak dapat mengalihkan pasar ekspor," ujarnya.

Tidak hanya itu, Eisha mengatakan pemerintah juga perlu memberi kebijakan insentif keuangan, subsidi, dan keringanan pajak yang dapat membantu bisnis mengatasi peningkatan biaya dan pengurangan permintaan akibat dampak tarif dan perang dagang AS.

"Selain itu, investasi dalam kemajuan teknologi dan inovasi, peningkatan keterampilan tenaga kerja juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, sebagai upaya dalam jangka panjang," katanya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan tarif timbal balik dikenakan pada Rabu (2/4) waktu AS atau Kamis (3/4) pagi waktu Indonesia.

Indonesia turut masuk sebagai negara yang terkena tarif timbal balik dengan besaran 32 persen.

(yoa/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International