Gencatan Senjata Rapuh, Israel Siap-siap Gempur Jalur Gaza Lagi

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 02 Jan 2026 19:55 WIB

Israel dilaporkan telah memerintahkan militer untuk bersiap menghadapi kemungkinan pertempuran sengit lagi melawan Hamas di Jalur Gaza Palestina. Israel dilaporkan telah memerintahkan militer untuk bersiap menghadapi kemungkinan pertempuran sengit lagi melawan Hamas di Jalur Gaza Palestina. (Foto: REUTERS/Amir Cohen)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dilaporkan telah memerintahkan militer untuk bersiap menghadapi kemungkinan pertempuran sengit melawan Hamas di Jalur Gaza Palestina.

Padahal, saat ini, Hamas dan Israel tengah sepakat gencatan senjata dan sedang berunding menuju perjanjian damai yang permanen melalui mediasi Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, laporan Al Jazeera yang mengutip The Jerusalem Post memaparkan pihak keamanan Israel belum menerima instruksi dari pemimpin politik terkait hal ini.

Instruksi yang dimaksud terkait persiapan pembukaan kembali pos perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir.

Menurut seorang sumber keamanan yang dikutip The Jerusalem Post, kemungkinan Israel mengizinkan barang masuk ke Gaza saat ini sangat kecil.

Sumber tersebut menekankan hal itu akan dianggap sebagai dukungan terhadap rekonstruksi, sementara tuntutan utama Israel masih belum terpenuhi.

Tuntutan tersebut mencakup pengembalian jenazah Sersan Mayor Ran Gvili, yang disebut sebagai tawanan Israel terakhir, serta demiliterisasi Jalur Gaza dan pelucutan senjata Hamas.

Pejabat Israel berulang kali mengaitkan pelonggaran pembatasan di Gaza dengan kemajuan terkait isu-isu tersebut, tambah laporan itu.

Konflik antara Israel dan Hamas di Gaza telah berlangsung bertahun-tahun, dengan serangan udara Israel dan tembakan roket dari Hamas menimbulkan korban di kedua belah pihak.

Jalur Gaza, menghadapi krisis kemanusiaan akibat blokade, kerusakan infrastruktur, dan keterbatasan bantuan.

Sejak Mei 2024, militer Israel menutup akses keluar dan masuk warga Palestina di Gaza melalui perlintasan Rafah.

Rafah merupakan satu-satunya pintu masuk dari Mesir menuju Jalur Gaza yang memungkinkan pergerakan pekerja kemanusiaan dan truk pembawa bantuan, mulai dari makanan, logistik medis, hingga bahan bakar.

Di wilayah yang kerap mengalami pemadaman listrik, keberadaan jalur ini sangat menentukan keberlangsungan hidup warga.

(rnp/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International