Demo di Iran Makin Chaos usai AS Serang Venezuela, 29 Orang Tewas

1 day ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Unjuk rasa di Iran semakin parah setelah Amerika Serikat menyerang Venezuela pada akhir pekan lalu.

Demo di Iran per Selasa (6/1) sudah memasuki hari ke-10, di mana bentrokan antara pedemo dan aparat keamanan kian panas. Unjuk rasa ini telah menewaskan sedikitnya 29 orang. Lebih dari 1.200 orang juga dilaporkan ditangkap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Iran International, pasukan keamanan Iran mulai melepas tembakan terhadap para pedemo seiring dengan demo yang berujung rusuh. Angkatan Bersenjata Teheran beratribut lengkap juga telah dikerahkan ke berbagai titik demo guna mengamankan situasi.

Kementerian Dalam Negeri Iran telah mengecap para pedemo sebagai "perusuh". Cap itu diberikan setelah pedemo dilaporkan merusak gedung-gedung pemerintah, kendaraan umum, serta fasilitas publik.

Berdasarkan catatan kelompok hak asasi manusia, demo Iran telah menyebar ke lebih dari 250 lokasi di 27 provinsi, dikutip dari Iran International.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sudah berupaya meredam protes dengan mendorong dialog dan menggenjot pemulihan ekonomi. Namun, respons rezim Ayatollah Ali Khamenei yang meminta pedemo "ditempatkan pada tempatnya" membuat amarah warga tak terbendung.

Demo yang pecah sejak 28 Desember ini sendiri mulanya akibat kekecewaan publik buntut inflasi tinggi di Iran. Namun, demo dengan cepat meluas dan berubah menjadi desakan perubahan rezim Khamenei.

Amerika Serikat (AS) dan Israel, selaku musuh bebuyutan Iran, sejak awal menyuarakan dukungan kepada warga Iran untuk menggulingkan Khamenei.

Presiden AS Donald Trump bahkan terang-terangan menyatakan bersedia turun tangan membantu rakyat Iran.

Demo di Iran semakin menjadi-jadi setelah insiden serangan AS ke Venezuela pada 3 Januari lalu. Pada Senin (5/1), Trump mengindikasikan bahwa Iran akan menjadi target dia berikutnya.

Foto Trump memegang topi hitam bertuliskan "Make Iran Great Again" diunggah oleh Senator AS Lindsey Graham di X, yang menurut para pengamat menunjukkan bahwa Iran sudah berada dalam radar Trump.

(blq/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International