BPOM Minta Hentikan Distribusi Susu, Nestle Buka Suara

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Kamis, 15 Jan 2026 10:30 WIB

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi susu formula bayi yang tercemar cereulide. Ilustrasi. Nestlé Indonesia buka suara menyusul ramai penarikan salah satu produk susu formula mereka dan perintah BPOM untuk menghentikan distribusinya di Indonesia. (iStock)

Jakarta, CNN Indonesia --

Belum lama ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi susu formula bayi. Nestlé pun buka suara.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut penarikan produk susu formula bayi di sejumlah negara oleh Nestlé akibat cemaran toksin cereulide.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari penelusuran BPOM, ada dua bets susu formula bayi terdampak yang diimpor ke Indonesia. Produk yang terdampak yakni, Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi usia 0-6 bulan) dengan Nomor izin edar: ML 562209063696 dan nomor bets: 51530017C2 dan 51540017A1.

"Namun, hasil pengujian terhadap sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ

Lewat sebuah pernyataan resmi, Nestlé Indonesia mengatakan kedua bets yang berpotensi terdampak telah diuji dan hasilnya cereulide tidak terdeteksi.

Meski demikian, pihak Nestlé Indonesia telah menghentikan distribusi dan menghentikan sementara impor produk terdampak. Selain itu, mereka juga menarik dua bets terdampak secara sukarela.

Kemudian konsumen yang telah memiliki produk terdampak, Wyeth S-26 Promil Gold pHPro bets 51530017C2 dan 51540017A1 diimbau untuk menghubungi layanan konsumen Nestlé Indonesia.

"Nestlé Indonesia meyakinkan konsumen bahwa tidak ada produk yang dipasarkan Nestlé Indonesia atau Wyeth lainnya, maupun batch lain dari produk yang ditarik, yang terdampak oleh isu ini," demikian bunyi pernyataan resmi yang dirilis di laman resmi Nestlé Indonesia.

Ilustrasi Anak Minum SusuIlustrasi. Meski produk susu yang beredar di Indonesia terbukti tidak tercemar cereulide, Nestlé Indonesia telah menarik dua bets terdampak secara sukarela. (Getty Images/iStockphoto/panaya chittaratlert)

Sementara itu, toksin cereulide adalah racun yang diproduksi bakteri Bacillus cereus. Racun bersifat tahan panas sehingga tidak mudah dinonaktifkan lewat proses pemanasan biasa.

Taruna menambahkan paparan cereulide dapat memicu gejala dalam rentang waktu 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi. Gejalanya meliputi, muntah hebat, diare, dan kelesuan.

Sebelumnya, Nestlé telah menarik sejumlah susu formula bayi di 49 negara. Merek susu yang ditarik distribusinya meliputi mereka SMA, BEBA, dan NAN.

Penarikan produk dilakukan sebab produk diduga terkontaminasi racun cereulide.

Langkah tersebut telah dilakukan sejak Desember 2025 khususnya produk yang dijual di seluruh Eropa, Turki, dan Argentina. Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang diterapkan penarikan produk.

(els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International