Banjir di Manggarai Timur: Penyeberangan Putus, 3 Desa Terisolasi

4 hours ago 2

Manggarai Timur, CNN Indonesia --

Banjir akibat curah hujan tinggi merobohkan struktur penyeberangan (crossway) di kawasan Wae Musur Hilir, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/5) pagi.

Kerusakan parah ini langsung memutus akses penghubung utama tiga desa.

Teo Pamput, warga yang bermukim tepat di pinggir aliran Wae Musur, menjelaskan bencana ini bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Selasa (12/5) malam hingga Rabu dini hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akumulasi air hujan turun dalam volume besar dan meluncur deras ke hilir, menciptakan arus banjir yang sangat kuat dan menghantam bangunan penyeberangan tersebut.

"Penyebab utamanya hujan tak berhenti dari malam sampai subuh. Puncak debit air turun pagi tadi, dari hulu langsung ke hilir dengan kekuatan besar. Akibatnya, crossway itu roboh dan putus total," ujar Teo saat dikonfirmasi CNNindonesia.com.

Putusnya jalur ini berdampak langsung bagi warga Desa Satar Lenda, Desa Lidi, dan Desa Bea Ngencung. Seluruh akses transportasi keluar-masuk ketiga desa tersebut kini lumpuh total.

Warga tidak lagi bisa melakukan perjalanan ke Borong ibu kota kabupaten maupun ke Ruteng, pusat kegiatan wilayah yang menjadi tujuan utama kebutuhan administrasi, kesehatan, dan perdagangan.

"Jalur mati sepenuhnya. Mau ke Borong atau ke Ruteng, tidak ada jalan lain. Semua aktivitas terhenti di sini," keluh Teo, sembari menggambarkan dampak kelumpuhan akses tersebut.

Lebih dari sekadar jalur transportasi biasa, Teo menegaskan keberadaan crossway itu memiliki nilai strategis ganda, yakni sebagai urat nadi ekonomi dan jalur penyelamatan nyawa.

Sebelum fasilitas ini dibangun, warga harus mengambil risiko tinggi menyeberangi aliran sungai besar dengan arus yang deras dan berbahaya, terutama saat menghadapi kondisi darurat medis.

"Jalur ini sangat krusial, apalagi kalau ada pasien yang butuh pertolongan cepat. Dulu kami harus menyeberang kali yang berisiko, sekarang malah jalurnya sendiri yang putus. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera bertindak cepat menanganinya," tegasnya.

Pantauan di lokasi kejadian, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, telah tiba didampingi jajaran pejabat terkait, termasuk Dinas PUPR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, untuk meninjau langsung titik kerusakan.

Usai melakukan pengecekan menyeluruh, Tarsisius memastikan kerusakan yang terjadi tergolong berat.

"Setelah melihat secara langsung kondisi crossway Wae Musur hari ini bersama Dinas PUPR dan Badan Bencana, bisa dipastikan bahwa kondisinya cukup parah. Akses menuju ke 3 desa di seberang kali putus total untuk sementara, dan crossway ini putus sepenuhnya," ungkap Tarsisius dalam keterangan resminya,Rabu,(13/5).

Ia menjelaskan, kendala utama saat ini adalah debit air sungai yang masih sangat tinggi, sehingga upaya perbaikan belum bisa segera dijalankan. Pemerintah daerah berkomitmen bergerak cepat segera setelah kondisi memungkinkan.

"Pemerintah Daerah akan berusaha maksimal untuk menyambung akses jalan ini segera. Langkah penanganan baru bisa diambil saat air surut, kondisi saat ini debit air di Kali Wae Musur masih sangat tinggi. Kami berharap air segera surut agar penanganan dapat segera dilaksanakan demi memulihkan akses warga," tambahnya.

Pejabat daerah itu berjanji akan memprioritaskan penanganan jalur vital ini guna mengembalikan konektivitas warga sepenuhnya.

(lou/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International