Zulhas Sebut UMKM RI Bisa Suplai Makanan Siap Saji untuk Jemaah Haji

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyebut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia kini sudah mampu memasok makanan siap saji bagi jemaah haji di Arab Saudi.

Upaya ini dinilai sebagai perkembangan dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi jemaah haji asal Indonesia.

"Sekarang sudah ada makanan siap saji yang fresh, saya baru tahu. Istilahnya itu RTE (ready to eat), kalau kita kan masak dulu. Bahkan ada juga bawa bumbu, kirim bumbu ya, yang bumbu kalau masak terus kasih bumbu jadi langsung jadi," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan pengembangan produk makanan siap saji tersebut menjadi bagian dari upaya agar kebutuhan konsumsi jemaah haji dapat dipenuhi dari dalam negeri, termasuk oleh pelaku UMKM. Menurutnya, kemampuan ini menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelumnya, meski masih terdapat sejumlah kendala teknis.

"Termasuk tadi UMKM kita banyak yang sudah mensuplai makanan kepada jemaah haji kita. Walaupun kadang-kadang masih ada kendala di sini, belum sempurna, tetapi sudah jauh lebih maju dibanding sebelum-sebelumnya," katanya.

Zulhas juga memastikan ketersediaan makanan bagi jemaah haji tetap aman di tengah situasi geopolitik global. Ia menegaskan stok pangan nasional masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan tersebut.

[Gambas:Youtube]

"Soal makan jemaah haji kita tadi, Pak Menteri Haji (Mochamad Irfan Yusuf) mengatakan aman walaupun ada di sana geopolitik seperti itu. Tapi jemaah haji soal makan enggak usah khawatir, ada makanan siap saji, ada makanan di sana. Insyaallah cukup lengkap, tidak kurang apa pun," ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al Qasabi yang membuka akses lebih luas bagi pengiriman makanan dari Indonesia untuk jemaah haji.

"Kemudian Menteri Perdagangan (Budi Santoso) tadi sudah berhasil MoU dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi. Kita bisa ngirim makanan ke jemaah kita bebas, kasih makanan ke jemaah kita bebas, enggak dipersulit dari Arab Saudinya lagi," katanya.

Ia menambahkan pengiriman makanan tersebut tetap memiliki batasan, yakni hanya untuk konsumsi jemaah Indonesia dan tidak untuk diperjualbelikan di pasar domestik Arab Saudi.

Dalam kesempatan sama, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji tetap berjalan normal dan tidak terdampak signifikan oleh kenaikan harga global.

"Tidak ada (dampak dari harga global). Pihak-pihak katering juga tidak ada meminta bertambah perubahan-perubahan harga, tapi kita juga memang melihat di pasar di lokal sana memang ada fluktuasi harga. Mudah-mudahan itu tidak berpengaruh pada kualitas makanan jemaah," ujar Irfan.

Ia menjelaskan sebagian besar makanan jemaah tetap disiapkan melalui dapur katering di Arab Saudi. Namun, pada periode tertentu juga digunakan makanan siap saji atau RTE yang dipasok dari Indonesia.

"Itu hanya untuk RTE itu hanya untuk tanggal 7, 8, 9 sampai 13. Karena waktu itu trafiknya kan sangat-sangat padat sehingga untuk makanan fresh kayaknya susah dikirim maka kita pakai RTE itu," katanya.

Menurut Irfan, penggunaan RTE difokuskan pada fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), saat distribusi makanan segar menjadi lebih menantang karena tingginya mobilitas jemaah. Produk tersebut disiapkan dalam jumlah besar untuk memastikan kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi.

Dengan skema tersebut, pemerintah memadukan penyediaan makanan dari dapur katering lokal di Arab Saudi dengan suplai produk siap saji dari Indonesia.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International