Wuthering Heights Pimpin Box Office Global, Disusul GOAT

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 24 Feb 2026 03:00 WIB

Wuthering Heights memimpin perolehan box office global akhir pekan ini, disusul film animasi produksi Sony Pictues, GOAT. Wuthering Heights memimpin perolehan box office global akhir pekan ini, disusul film animasi produksi Sony Pictues, GOAT. (Warner Bros. Pictures via IMDb)

Jakarta, CNN Indonesia --

Wuthering Heights memimpin perolehan box office global akhir pekan ini, disusul film animasi produksi Sony Pictues, GOAT.

Drama romantis gotik adaptasi dari novel klasik karya Emily Bronte itu resmi melampaui pendapatan US$150 juta secara global. Sementara itu, GOAT menyentuh angka US$100 juta.

Diberitakan Variety pada Minggu (22/2), Wuthering Heights tercatat memuncaki box office internasional dengan perolehan US$26,3 juta dari 76 pasar pada pekan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inggris menjadi penyumbang terbesar dengan US$22,5 juta, diikuti Italia sebesar US$9,4 juta, serta Australia dengan US$8,3 juta.

Hingga kini, pendapatan internasional Wuthering Heights mencapai US$91,7 juta. Dan secara keseluruhan, film garapan Emerald Fennell itu telah mengumpulkan kurang lebih US$151,7 juta dari total anggaran produksi US$80 juta.

Di sisi lain, GOAT tampil dominan di pasar domestik Amerika Utara dan memimpin perolehan akhir pekan berkat dukungan penonton keluarga serta momentum libur panjang. Meski demikian, secara global film ini masih berada di bawah Wuthering Heights.

Di pasar internasional, GOAT menempati posisi kedua dengan raihan US$17 juta dari 51 wilayah. Angka tersebut menyumbang sekitar 70 persen dari total pendapatan luar negerinya yang kini mencapai US$44 juta.

Film yang mengisahkan seekor kambing bercita-cita menjadi juara basket itu mencatat performa solid di sejumlah negara, dipimpin Inggris dengan US$14,5 juta, disusuli Meksiko US$3,4 juta, dan Prancis US$3 juta.

[Gambas:Youtube]

Ditambah perolehan domestik sebesar US$58 juta, GOAT kini mengantongi total US$102,3 juta, menyamai biaya produksinya yang berada di angka US$80 juta.

Nasib berbeda dialami oleh thriller perampokan dari Amazon MGM, Crime 101. Memasuki akhir pekan kedua penayangannya, film yang dibintangi Chris Hemsworth dan Mark Ruffalo itu hanya menambah US$6,2 juta dari 75 pasar internasional.

Dengan total pendapatan global sebesar US$46,3 juta, performa Crime 101 dinilai berada di bawah ekspektasi studio mengingat biaya produksi yang mencapai US$90 juta.

Sementara itu dari Asia, komedi Tiongkok Pegasus 3 tampil mendominasi pasar domestik bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek. Film ini diperkirakan meraup lebih dari US$200 juta di negaranya.

Format ayar IMAX menjadi salah satu pendorong utama kesuksesan Pegasus 3 dengan menyumbang US$21,7 juta sepanjang akhir pekan. Capaian tersebut menjadikannya sebagai hit berbahasa Mandarin besar kedua, mengikuti kesuksesan Ne Zha 2 pada tahun sebelumnya.

[Gambas:Youtube]

(gis/end)

Read Entire Article
Korea International