Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim delegasi Iran diam-diam ikut bernegosiasi tetapi enggan mengakuinya karena takut dibunuh pihak-pihak terkait.
Trump mengeklaim delegasi Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan dan sedang bernegosiasi dengan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi mereka takut mengatakan, karena mereka menduga akan dibunuh orang-orang mereka sendiri," kata Trump dalam jamuan makan malam bersama anggota Republik pada Rabu (25/3), dikutip AFP.
Dia lalu berujar, "Mereka juga takut akan dibunuh oleh kami (pihak AS)."
Komentar Trump muncul usai Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan ogah negosiasi saat pertempuran membara.
Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan," kata Araghchi di televisi pemerintah, demikian dikutip AFP, Rabu (25/3).
"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi - sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi, dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip," imbuh dia.
Araghchi memandang negosiasi dengan AS saat ini sama "dengan mengakui kekalahan."
Pernyataan itu juga muncul saat sejumlah negara menawarkan diri menjadi mediator seperti Pakistan, Turki, hingga Mesir.
Pakistan dilaporkan sudah menyampaikan proposal ke Iran dan Turki sudah berkomunikasi dengan kedua pihak.
Namun, tak ada rincian lebih lanjut apakah proposal yang disampaikan ke Iran sama dengan usulan AS soal 15 poin atau berbeda.
Sementara itu, media pemerintah Iran mengutip pejabat, menjelaskan Teheran sudah meninjau proposal 15 poin usulan AS dan menanggapi secara negatif.
AS-Israel menggempur Iran habis-habisan sejak Februari 2025.
Operasi mereka menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan keluarga.
Iran tak tinggal diam. Mereka membalas serangan ke Israel dan aset militer AS di negara-negara teluk.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google

















































