Trump: Jika Tidak Karena Saya, Paus Leo Tidak Akan Berada di Vatikan

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengkritik habis-habisan Paus Leo XIV lewat unggahannya di Truth Social usai sewot dikritik pemimpin Gereja Katolik itu soal perang Amerika Serikat ke Iran.

Dalam unggahan panjangnya itu, Trump bahkan menuturkan dirinya tak senang dengan seorang paus yang mengkritik Presiden AS yang hanya menjalankan tugas melindungi kepentingan negara. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak ingin seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat, padahal saya hanya menjalankan apa yang saya janjikan saat terpilih dengan kemenangan telak, menurunkan angka kejahatan ke level terendah dalam sejarah dan menciptakan pasar saham terbaik sepanjang masa," kata Trump dalam unggahannya pada Senin (13/4).

Dalam unggahan itu, Trump bahkan mengeklaim memiliki andil hingga Paus Leo XIV bisa terpilih Vatikan menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang meninggal dunia.

Menurut Trump, Paus Leo XIV seharunsya bersyukur bisa terpilih salah satunya karena dia warga Amerika dan AS sedang berada di bawah kepemimpinannya.

"Leo seharusnya bersyukur karena, seperti yang semua orang tahu, terpilihnya dia adalah kejutan besar. Namanya bahkan tidak masuk dalam daftar calon Paus, dan ia hanya dipilih karena dia orang Amerika, yang dianggap sebagai cara terbaik untuk menghadapi Presiden Donald J. Trump. Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," ucap Trump.

Trump menilai Leo seharusnya membenahi dirinya sebagai Paus, "menggunakan akal sehat, berhenti memanjakan kelompok kiri radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan politisi."

[Gambas:Video CNN]

"Sikap ini sangat merugikan dirinya, dan yang lebih penting, merugikan Gereja Katolik," ucap Trump lagi.

Menanggapi itu, Paus Leo XIV mengatakan dia tidak takut Trump dan akan terus menyerukan perdamaian.

Berbicara di dalam pesawat menuju Aljazair dan memulai kunjungannya ke negara Afrika Senin (13/4), Paus Leo XIV menuturkan dia hanya menyuarakan pesan Yesus Kristus dan Injil kepada umat Katolik.

"Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, ataupun untuk menyuarakan pesan Injil dengan lantang, itulah yang saya yakini menjadi tugas saya," ujar pemimpin umat Katolik itu seperti dikutip New York Times.

Saat ditanya langsung mengenaikritikan pedas Trump terhadapnya di Truth Social,Paus Leo menjawab singkat: "Ironis, bahkan dari nama platformnya saja. Tidak perlu saya tambahkan lagi."

Di dalam pesawat kepausan, Leo mengatakan ia "tidak berniat berdebat" dengan Trump, seraya menegaskan bahwa dirinya "bukan seorang politisi".

Pada Sabtu (11/4), Paus Leo XIV secara terbuka mendesak para pemimpin dunia untuk mengakhiri kekerasan dan menyerukan perdamaian di tengah serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu ke Iran memicu perang di Timur Tengah hingga hari ini.

Di awal masa perang AS-Iran, Paus Leo XIV bahkan pernah menyampaikan homili berisikan peringatan kepada umat Katolik bahwa Yesus tidak akan mendengarkan doa-doa orang yang sedang berperang.

Pemimpin tertinggi umat Katolik menyebut Yesus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang apa pun.

"Inilah tuhan kita, Yesus Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata paus pertama asal Amerika Serikat kepada umat Katolik di St. Peter's Square, Vatikan, Minggu (29/3) dikutip Reuters.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International