CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 10:00 WIB
The Devil Wears Prada 2 menghadapi kritikan keras dari China bahkan ancaman boikot atas tuduhan rasisme terhadap karakter pendukungnya. (20th Century Studios)
Jakarta, CNN Indonesia --
The Devil Wears Prada 2 menghadapi kritikan keras dari China bahkan ancaman boikot atas tuduhan rasisme yang ditampilkan dalam official clip yang dirilis pada akhir pekan lalu.
Klip tersebut menampilkan seorang karakter pendukung keturunan Asia yang bekerja sebagai asisten, tapi memiliki nama dan penampilan yang dinilai memberikan stereotip negatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakter yang diperankan Helen J. Shen itu bernama Jin Chao, seorang lulusan Yale dan bekerja sebagai asisten Andrea Sachs (Anne Hathaway).
SCMP pada Rabu (22/4) memberitakan banyak warganet China meyakini nama Jin Chao terdengar mirip dengan "Ching Chong," ejekan rasis yang digunakan untuk merendahkan bahasa dan masyarakat China, yang berkembang di AS pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Selain nama, penampilan fisik karakter tersebut juga menuai kritik. Karakter asisten ini digambarkan sebagai sosok "kutu buku" dengan gaya berpakaian yang dianggap tidak sesuai dengan latar industri mode.
Cara karakter tersebut menyebutkan capaian akademisnya, termasuk menyinggung "Yale" dan "IPK 3,86" dianggap warganet sebagai upaya film memaksakan stereotip negatif bahwa orang Asia selalu dikaitkan dengan obsesi akademis yang kaku dan tidak modis.
Adegan yang menunjukkan karakter tersebut secara terbuka mengkritik atasannya atau bertindak sombong juga dianggap bermasalah.
Beberapa orang mengatakan bahwa adegan tersebut mencerminkan stereotip di masyarakat Barat yang menggambarkan orang Asia yang berpendidikan tinggi sebagai orang yang canggung secara sosial.
Hingga kini, rumah produksi maupun sang artis belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan rasisme tersebut.
Seiring meningkatnya kontroversi, seruan untuk memboikot film tersebut menyebar secara online di China. Para warganet menuduh film tersebut ingin menargetkan pasar China, tapi malah menghina warga China.
Kontroversi ini memberikan pukulan bagi antusiasme penonton China, mengingat film pertamanya yang rilis pada 2006 sangat dicintai di sana.
The Devil Wears Prada meraih 10 juta yuan pada minggu pertama penayangannya di China pada 2007 dan memiliki rating 8,2 dari 10 di platform film populer negara tersebut.
Sebelum kontroversi ini, tercatat hampir 40.000 orang telah memasukkan sekuel film ini ke dalam daftar tonton mereka. Kunjungan promosi Anne Hathaway dan Meryl Streep ke Shanghai pada 10 April lalu juga disambut hangat.
Apalagi ketika Hathaway mengenakan gaun karya desainer Tiongkok, Susan Fang, dan Streep memuji Shanghai sebagai kota yang "indah dan hidup."
(chri)
Add
as a preferred source on Google


















































