Tersingkir di Piala Afrika, Pelatih Mesir Ungkap Ketidakadilan

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Mesir Hossam Hassan menilai timnya mengalami ketidakadilan di Piala Afrika usai kalah dari Senegal di babak semifinal, Kamis (15/1) dini hari WIB.

Mesir tersingkir usai kalah dengan skor tipis 0-1 dari Senegal. Gol tunggal Sadio Mane jadi pembeda di laga tersebut.

Setelah pertandingan, Hossam Hassan mengungkapkan kekecewaannya. Ia menganggap Mesir tidak diperlakukan adil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mesir tidak butuh alasan dan permintaan maaf. Mesir adalah tim hebat dan tidak ada satu negara pun yang bisa tujuh kali meraih trofi seperti kami."

"Kami hanya butuh keadilan [seperti Senegal]. Kami bermain satu hari setelah laga Senegal [di babak perempat final], dan Senegal bermain di lapangan yang sama untuk babak semifinal. Saya terkejut melihat hal tersebut," kata Hossam Hassan pada Sporty FM seperti dikutip dari Liverpool Echo.

Mesir harus menempuh perjalanan 788 kilometer dari Agadir menuju Tangier, tempat berlangsungnya laga semifinal. Sedangkan Senegal berdiam di Tangier dengan waktu istirahat satu hari lebih banyak.

"Merujuk aturan FIFA, apa yang membuat hal ini terjadi pada Mesir? Ketika tim mencapai semifinal, apakah kalian menghargainya atau malah menyiksa mereka?"

"Tentu yang diharapkan adalah tiap tim diberikan waktu istirahat yang sama sehingga [penonton] bisa menyaksikan laga hebat di semifinal, namun yang kemudian terjadi adalah tiga tim lainnya mendapatkan waktu istirahat lebih banyak," ujar bintang Mesir era 2000-an ini.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/nva)

Read Entire Article
Korea International