Susul RI, Malaysia Gabung Dalam Barisan Negara "Pemburu" Minyak Rusia

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia mengumumkan untuk masuk dalam jejeran negara yang turut mengincar pasokan minyak dari Rusia. Ini menambah panjang daftar negara-negara Asia Tenggara yang mengantre untuk mendapatkan pasokan minyak dari Rusia.

Selain Malaysia, sebelumnya sudah ada Indonesia, Filipina dan Vietnam yang telah lebih dulu "berburu" pasokan dari Rusia. Upaya tersebut dilakukan di tengah krisis energi, imbas konflik Amerika Serikat (AS)-Israel yang menyerang Iran dalam 8 pekan terakhir.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Sabtu (18/4) menyatakan bahwa perusahaan minyak nasional yakni Petronas, bersiap bernegosiasi dengan Rusia untuk membeli minyak dan memastikan kecukupan pasokan untuk kebutuhan domestik, sebagaimana dilaporkan oleh The Star, mengutip dari Channel News Asia Minggu (19/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar mencatat bahwa banyak negara Eropa dan Amerika yang sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada Rusia, kini justru bersaing untuk membeli minyaknya.

"Untungnya, hubungan kita dengan Rusia tetap baik. Oleh karena itu, tim Petronas dapat bernegosiasi dengan mereka," ungkapnya seperti dikutip harian berbahasa Melayu, Sinar Harian.

Anwar mengatakan pada Sabtu (18/4), bahwa upaya diplomatik dini yang dilakukan pihaknya adalah memastikan kapal tanker minyak Malaysia menjadi salah satu yang pertama melewati rute kritis di Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir. Keberhasilan ini membantu mencegah gangguan besar pada rantai pasokan energi di Negeri Jiran.

[Gambas:Youtube]

"Alhamdulillah, satu kapal tanker minyak Petronas tiba dengan selamat di Kompleks Terintegrasi Pengerang (pada Jumat (17/4). Pengiriman ke Pengerang sangat krusial karena proses pemurnian hanya bisa dilakukan di sana," tuturnya seperti dikutip oleh Free Malaysia Today.

Secara terpisah, Petronas sebelumnya menyatakan pasokan bahan bakar di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar seluruh negeri aman hingga akhir Juni, memperpanjang proyeksi sebelumnya selama satu bulan.

Beberapa negara Asia Tenggara lainnya juga telah menghubungi hingga menyepakati perjanjian untuk membeli minyak Rusia. Beberapa negara tersebut yakni Indonesia, Filipina dan Vietnam.

Pada Senin (13/4) Presiden Indonesia Prabowo Subianto menemui langsung Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Berkat pertemuan tersebut, Indonesia berhasil mengantongi kesepakatan kerja sama jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral. Itu termasuk minyak dan gas, keamanan energi, hingga hilirisasi. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor minyak mentah (crude) dari Rusia bakal dieksekusi dalam waktu dekat. Apabila memungkinkan, minyak Moskow dikirim ke Indonesia pada April 2026 ini.

"Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan (bisa dikirim) Insyaallah," ujar Bahlil ditemui di Kantornya, Jumat (17/4).

Di sisi lain, Sekretaris Energi Filipina Sharon Garin menyatakan bahwa negaranya telah meminta Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang dispensasi pembelian minyak dan produk minyak Rusia. Filipina, yang bulan lalu menetapkan status darurat energi nasional, juga tengah melirik pemasok dari Amerika Selatan dan Amerika Utara.

Adapun Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh dilaporkan telah melakukan kunjungan resmi ke Rusia pada akhir Maret untuk menandatangani beberapa perjanjian, termasuk kerja sama minyak dan gas.

(ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International