CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 06:45 WIB
Endang Surahman Hartono atau Ndhank Stinky, pencipta lagu Mungkinkah, meninggal dunia pada Sabtu (18/4). (Febriyantino/ detikHOT)
Jakarta, CNN Indonesia --
Endang Surahman Hartono atau yang lebih dikenal sebagai Ndhank Stinky sekaligus pencipta lagu legendaris Mungkinkah meninggal dunia pada Sabtu (18/4).
Ia sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Manado, Sulawesi Utara, setelah mengalami kondisi kritis dan dinyatakan meninggal dunia saat akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar mengenai kondisi kesehatannya sempat mencuat melalui pesan berantai yang meminta dukungan doa dari rekan sejawat, dan dikonfirmasi oleh saudara kembar Ndhank, Edo Surahim.
Berdasarkan keterangan Edo, seperti diberitakan detikcom pada Minggu (19/4), Ndhank sempat dirawat selama beberapa hari sebelum meninggal dunia.
"Itu dirawat baru tiga hari, awalnya stroke ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah," ungkap Edo pada Minggu (19/4).
Edo juga menambahkan bahwa Ndhank sesungguhnya sedang antusias mempersiapkan proyek musik terbarunya sebelum meninggal dunia.
Edo mengenang bahwa saudara kembarnya itu sempat mendiskusikan rencana band baru bernama Note n Sound yang melibatkan mantan vokalis Zigas, Zoker, serta gitaris Orange, Ryan.
"Sempet bahas project band baru dia Note n Sound dengan eks vokalis Zigas (Zoker) dan gitaris Orange Ryan," ujar Edo.
Menurut Edo, Ndhank memiliki harapan besar untuk proyek tersebut.
"Itu aja sih tadinya dia berharap jalan dengan band barunya, sudah recording, tapi tunggu konfirmasi dari salah satu label besar, masih belum ada kabar juga. (Udah rilis single) belum," lanjutnya.
Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) secara resmi menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian Ndhank Stinky yang dinilai sebagai sosok yang berjasa besar bagi industri musik Indonesia.
"Kami segenap keluarga besar AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono," tulis pernyataan AKSI.
Sepanjang kariernya, Ndhank dikenal luas sebagai gitaris dan pencipta lagu di grup musik Stinky, yang melahirkan hits abadi, seperti Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu.
"Karya-karya fenomenal beliau telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia dan akan terus dikenang lintas generasi," ungkap AKSI dalam penghormatannya.
Tak hanya sebagai musisi, Ndhank juga dikenang sebagai sosok yang gigih memperjuangkan hak intelektual para pencipta lagu di tanah air.
Aktivitasnya dalam menyuarakan perlindungan royalti, termasuk melalui somasi terkait lagu Mungkinkah, menjadi warisan perjuangan yang diakui banyak pihak.
"Almarhum juga dikenal sebagai seorang pejuang hak cipta yang berkomitmen dalam memperjuangkan penghargaan terhadap karya serta perlindungan bagi para pencipta lagu di Indonesia."
"Beliau juga merupakan bagian dari keluarga besar AKSI yang turut menjadi ruang perjuangan dan pengabdian dalam industri musik," tambah pernyataan tersebut.
Di akhir pesannya, AKSI menyampaikan doa untuk mendiang. "Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tutur mereka.
(chri)
Add
as a preferred source on Google


















































