Super Ngebut, Baterai Blade Terbaru BYD Bisa Dicas 10-97% Cuma 9 Menit

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

BYD memperkenalkan generasi kedua baterai Blade sekaligus teknologi Flash Charging di Shenzhen, China, pada Jumat (6/3). Kehadiran teknologi terbaru ini menjawab dua tantangan utama kendaraan listrik, yaitu lambatnya proses pengisian daya dan penurunan performa pengisian pada suhu rendah.

Inovasi ini berhasil mengantarkan BYD pada rekor dunia baru kecepatan pengisian daya, dengan kemampuan pengisian dari 10 persen hingga 70 persen State of Charge (SOC) hanya dalam waktu 5 menit, serta mencapai 97 persen hanya dalam 9 menit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius, durasi pengisian dari 20 persen hingga 97 persen hanya bertambah sekitar 3 menit dibanding kondisi suhu ruang.

Chairman dan President BYD Wang Chuanfu mengatakan industri perlu menjawab dua tantangan yang masih dihadapi hingga saat ini, khususnya terkait kecepatan pengisian daya yang belum optimal serta performa pengisian menurun pada suhu rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekhawatiran yang masih menghantui konsumen adalah terkait dengan jarak tempuh (range anxiety), antrean panjang di stasiun pengisian daya, hingga penurunan kecepatan pengisian daya di musim dingin. BYD berusaha melihat peluang dari kekhawatiran ini dan menghadirkan solusi baterai terdepan dengan sistem pengecasan mutakhir.

Rekayasa baterai tradisional sulit mengimbangi kemampuan fast charging dengan tetap mempertahankan kepadatan energi tinggi dalam waktu bersamaan. BYD mengatasi masalah ini dalam Blade generasi kedua dengan peningkatan kepadatan energi sebesar 5 persen dan durasi pengecasan lebih cepat.

Di segi keselamatan, baterai generasi baru ini telah lulus berbagai uji coba resmi dan hasilnya melampaui standar nasional China.

Flash Charging

Sistem Flash Charging BYD didukung output single connector dengan daya hingga 1.500 kW. Angka ini merupakan salah satu tertinggi di dunia.

Infrastruktur pengecasan super cepat ini juga dipadukan dengan sistem penyimpanan energi berkapasitas besar sehingga mampu mengatasi keterbatasan kapasitas jaringan listrik tanpa memberikan beban berlebih pada jaringan lokal.

BYD menghadirkan T-Shaped pulley charger pertama di dunia untuk mengatasi masalah stasiun pengisian tidak ramah pengguna, seperti kurang praktis, kurang higienis, dan proses terlalu kompleks.

Charger ini memiliki desain Zero-Gravity yang memungkinkan pengguna mengarahkan konektor dengan mudah ke sisi manapun sekaligus memastikan kabel bersih dan tidak menyentuh tanah.

Pada akhir 2026, BYD menargetkan pembangunan 20 ribu stasiun Flash Charging di berbagai wilayah China. Stasiun-stasiun ini akan dibuka bebas untuk publik dan diperluas secara global berangsur-angsur sesuai rencana terukur.

Melalui peluncuran Blade Battery Generasi Kedua dan sistem Fast Charging, BYD terus menegaskan misi jangka panjangnya mendorong percepatan elektrifikasi mobilitas global.

(iqb/fea)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International