CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 07:15 WIB
Ilustrasi. Oversharing ke orang lain tak selalu buruk, orang yang sering melakukannya justru punya sejumlah sifat positif. (ambroochizafer/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Apa kamu pernah merasa terlalu banyak memberikan informasi atau curhat tentang diri sendiri ketika mengobrol dengan orang asing sekalipun? Bisa jadi kamu memiliki tipe kepribadian yang suka oversharing ke orang lain.
Kebiasaan oversharing ke orang lain sering kali dianggap negatif, bahkan bisa menimbulkan masalah jika TMI atau 'too much information' kepada orang yang salah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, kebiasaan ini ternyata memiliki sisi positif yang jarang disadari. Oversharing yang tepat justru bisa mempererat hubungan dan membangun kepercayaan. Ada sejumlah sifat positif yang mungkin kamu miliki jika suka oversharing ke orang lain.
Sifat positif orang yang suka oversharing
Meskipun memiliki sejumlah kelemahan, menurut Leslie John, profesor di Harvard Business School, oversharing yang dilakukan dengan tepat justru bisa menjadi sinyal kepercayaan dan mengundang kepercayaan balik.
"Kita sudah diperingatkan untuk tidak terlalu banyak berbagi informasi, tetapi dalam penelitian saya, risiko yang lebih besar sering kali adalah kurangnya berbagi informasi," kata John, seperti dikutip dari Reader's Digest.
John yang juga menulis buku berjudul Revealing: The Underrated Power of Oversharing (2026), mengungkapkan orang yang suka oversharing memiliki beberapa sifat positif. Melansir Parade, berikut ini daftarnya:
1. Mempercepat terbentuknya kepercayaan
Ketika seseorang membagikan sesuatu yang sensitif, itu adalah risiko sosial yang menunjukkan bahwa mereka memercayai orang lain untuk tidak menyalahgunakan informasi tersebut.
Kepercayaan ini biasanya dibalas oleh rasa percaya juga oleh lawan bicara. Adapun kepercayaan merupakan fondasi utama dari hubungan yang sehat.
2. Mengizinkan lawan bicara untuk terbuka secara emosional
Satu orang yang berani membuka diri, sering kali mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Oversharing bisa menjadi pemicu bagi orang lain untuk saling berbagi cerita dan perasaan.
3. Nyaman dengan ketidaksempurnaan
Orang yang suka oversharing biasanya tidak terlalu khawatir menunjukkan kelemahan mereka di depan orang lain.
Ini menandakan kamu merasa aman secara psikologis dan tidak terobsesi untuk terlihat sempurna di mata orang lain.
4. Mengurangi kecemasan
Mengungkapkan perasaan atau pikiran yang sedang dirasakan dapat menenangkan sistem saraf dan mengurangi kecemasan. Sebaliknya, menyembunyikan emosi justru membuat rasa cemas tetap aktif dan mengganggu.
5. Memiliki kesadaran diri yang tinggi
Untuk bisa mengungkapkan isi hati dan pikiran dengan kata-kata, seseorang harus memiliki pengetahuan diri dan literasi emosional yang baik. Ini menandakan tingkat kesadaran diri yang tinggi.
6. Cenderung ramah dan mudah bergaul
Penelitian John menunjukkan, sifat kepribadian yang paling berkaitan dengan kebiasaan oversharing adalah agreeableness.
Ini merupakan kemampuan untuk bermain baik dengan orang lain, bukan sekadar sifat ektrovert seperti yang sering diasumsikan banyak orang.
Manfaat oversharing berdasarkan studi
Kamu tak perlu takut untuk oversharing, asal bisa menerapkannya di waktu yang tepat dan kepada orang tepat pula. Soalnya, hasil studi yang dilakukan John menunjukkan hal positif.
Dalam soal karier, hampir 90 persen responden lebih memilih kandidat kerja yang jujur mengakui kegagalan daripada yang menutup-nutupinya. Adapun sekitar 85 persen lebih memilih rekan kerja yang transparan dengan jadwalnya, termasuk urusan pribadi, dibanding yang tertutup.
Bahkan, dalam konteks hubungan romantis, mengakui perasaan dengan jujur sering kali dibalas perasaan yang sama. Membuka diri secara rutin juga meningkatkan kepuasan dalam hubungan asmara.
Selain itu, kebiasaan oversharing dapat mengurangi pikiran berulang yang negatif (ruminasi), meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan, bahkan dapat membuat seseorang lebih berpengaruh di lingkungan profesional.
Jadi, meskipun oversharing ke orang lain sering dianggap sebagai kebiasaan yang harus dihindari, kenyataannya ada banyak manfaat dan sifat positif dari kebiasaan ini jika dilakukan dengan tepat.
(rti)


















































