Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pencetakan emas fisik.
Direktur Penjualan dan Distribusi BSI Anton Sukarma mengatakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan nasabah adalah memastikan likuiditas tetap terjaga, terutama saat terjadi peningkatan penarikan atauredemption.
"Kepercayaan orang itu terkait dengan aset yang dia miliki dan disimpan di lembaga yang dia yakini benar, itu kuncinya likuiditas. Karena orang itu kadang-kadang perlu kapan, itu harus tersedia," ujarnya dalam CNN Indonesia Prime News bertajukGold Under The Fire, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton menjelaskan, BSI mengadopsi pendekatan penjualan emas berbasis ritel untuk meminimalkan risiko penarikan dana secara bersamaan oleh nasabah.
"Kita lebih suka menjualnya dalam bentuk penjualan-penjualan retail. Karena dengan retail itu, orang jarang bersepakat untuk menarik di waktu yang sama, sehingga kemungkinan terjadinya rush relatif kecil," katanya.
Selain itu, BSI juga memastikan proses pencairan dana berjalan cepat untuk menjaga kepercayaan nasabah.
"Sistem kami pun sudah dibuat, ketika orang menjual, maka sesegera mungkin kita deliver cash-nya. Sehingga orang percaya bahwa aset dia aman," imbuh Anton.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang ekstrem, BSI juga menyiapkan cadangan likuiditas serta dukungan dari berbagai pihak.
(lau/asa)
Add
as a preferred source on Google


















































