Saudi Beri Sinyal Siap Balas Iran, Timur Tengah Kian Membara

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kabinet Arab Saudi menyatakan kerajaan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi negara, kedaulatan, dan warganya di tengah perang antara Amerika Serikat-Israel versus Iran.

Kantor berita pemerintah Saudi Press Agency (SPA) melaporkan kabinet menggelar rapat virtual dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammad bin Salman (MbS) pada Selasa (3/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat itu, mereka membahas situasi terkini dan dampaknya secara regional hingga global.

"[Kabinet] menegaskan bahwa Arab Saudi akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanannya dan melindungi wilayah, warga negara, dan penduduknya," demikian laporan SPA.

Dalam sesi itu, MbS juga membeberkan kontak dan konsultasi yang sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir dengan pemimpin negara lain termasuk update hasil pertemuan internasional.

Saat berkomunikasi dengan kepala negara lain, MbS membahas situasi di regional dan dampak terhadap kawasan serta komunitas internasional. Beberapa pemimpin menyatakan solidaritas terhadap kerajaan.

Kabinet Saudi lalu mengapresiasi para pemimpin negara lain yang menyampaikan posisinya dan mengecam apa yang mereka sebut serangan Iran ke negara lain.

"Kabinet menegaskan kembali solidaritas penuh Arab Saudi dengan negara-negara sahabat yang wilayahnya menjadi sasaran agresi Iran yang terang-terangan," lanjut kabinet dalam laporan SPA.

Mereka juga menggarisbawahi kesiapan Saudi untuk memobilisasi semua kemampuan untuk mendukung negara-negara sahabat dalam setiap tindakan yang diambil sebagai tanggapan terhadap serangan-serangan yang merusak keamanan dan stabilitas regional.

Pernyataan kabinet kerajaan itu muncul di tengah serangkaian serangan Iran terhadap target-target di Saudi, termasuk serangan Iran terhadap kedutaan besar AS di Riyadh

Saudi dan Iran pernah punya riwayat hubungan yang memburuk sebelum akhirnya rujuk pada 2023. Ketegangan hubungan itu bermula usai Saudi mengeksekusi ulama Syiah Nimr al-Nimr yang berujung pada aksi pembakaran kedutaan Saudi di Teheran.

Selain kasus tersebut, Iran dan Saudi bermusuhan secara tak langsung. Koalisi Saudi terlibat konflik dengan milisi yang menguasai Yaman, Houthi.

Houthi disebut-sebut sebagai proksi Iran. Mereka juga dilaporkan mendapat dukungan, persenjataan hingga pendanaan.

Dalam beberapa hari terakhir, Timur Tengah membara usai AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari.

Di hari yang sama, Iran meluncurkan balasan. Hingga kini, mereka terus saling serang.

(rnp/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International