Rumah Warga di Sleman 39 Kali Kebakaran dalam 6 Hari

8 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Mutfiana mengaku heran barang-barang di rumahnya masih terus terbakar secara misterius. Menurut dia kebakaran masih terjadi puluhan kali hampir sepekan terakhir ini.

Bahkan Muftiana mengaku teror api ini masih membayangi rumahnya pada Rabu (26/5) lalu. Ia mengklaim sehelai handuk di rumahnya tiba-tiba terbakar.

"Masih ada kebakaran, lokasinya juga pindah-pindah. Terakhir semalam sekitar pukul 22.55 WIB, itu membakar handuk," kata Mutfiana mengutip detikcom, Kamis (28/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun teror api itu terjadi sejak Sabtu (23/5). Dikatakan jika ditotal, api yang muncul sebanyak 39 kali.

Rata-rata api membakar barang seperti kain, alat perabot rumah, dan benda-benda lain yang mudah terbakar.

"Total sudah 39 kali di 34 titik berbeda yang terbakar. Furniture, pakaian, tikar, barang-barang yang mudah terbakar. Tapi ya aneh, atasnya terbakar masa bawah tidak terbakar," jelasnya.

Lebih lanjut, Mutfiana mengatakan sudah melaporkan peristiwa aneh ini ke polisi. Pihak kepolisian sudah menindaklanjuti dengan menerjunkan tim Gegana. Hasilnya, tim menyimpulkan ada kebocoran septic tank yang menyebabkan munculnya gas metana yang mudah terbakar.

Mutfiana pun segera memperbaiki saluran septic tank di rumahnya. Namun, api masih saja muncul secara tiba-tiba.

"Yang dianjurkan dari Gegana sudah kami lakukan. Terus baju-baju memang sudah diungsikan sebenarnya, tapi ya ada aja yang kebakaran gitu," ucapnya.

Sisa gas metana

Dia lantas kembali berkonsultasi ke polisi. Menurut informasi dari Tim Gegana, kejadian kebakaran masih ada karena sisa gas metana yang bocor belum sepenuhnya hilang.

"(Dari Gegana bilang) Cuma menghabiskan sisa-sisa gas, dari bawah tanah. Hilangnya metana bisa dalam mingguan atau bulanan," ucapnya.

Untuk saat ini, ia bersama suami dan anaknya saat malam mengungsi untuk sementara waktu. Meski demikian, bangunan yang juga difungsikan sebagai rumah pemotongan ayam itu tetap dijaga setiap malam.

"Sementara ngungsi ke rumah sebelah, enggak berani jauh-jauh. Tapi tetap kita di samping rumah tetap jaga terus. Karena kalau telat sekian menit kalau enggak konangan (ketahuan), istilahnya, nanti semua kena," ucapnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International