CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 02:00 WIB
Proyek remake film animasi Robin Hood pada 1973 versi Disney resmi tak lagi dilanjutkan alias batal. (dok. Walt Disney Studios via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Proyek remake film animasi Robin Hood pada 1973 versi Disney resmi tak lagi dilanjutkan alias batal. Proyek hybrid live-action dan CGI itu pertama kali diumumkan pada April 2020.
Kabar pembatalan itu dikonfirmasi oleh sutradara Blindspotting dan Raya and the Last Dragon, Carlos López Estrada, pada awal pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sayangnya, proyek ini batal," tulis Estrada dalam sesi tanya jawab di Reddit, seperti diberitakan Variety pada Jumat (6/3).
"Saya katakan sayangnya karena saya sebenarnya berpikir ada sesuatu yang sangat istimewa (dan orisinal!) di sana. Beberapa musik yang benar-benar luar biasa yang telah kami rancang untuk film ini."
Pada April 2020, Estrada ditunjuk untuk menyutradarai remake ini berdasarkan naskah karya Kari Granlund. Granlund sebelumnya menulis reboot Lady and the Tramp (2019).
Proyek yang masih jadi bagian dari tahap pengembangan awal untuk Disney+ ini semula akan diproduseri oleh Justin Springer yang pernah terlibat dalam Dumbo dan Tron: Legacy.
"[Tapi] Saya terus [bermimpi] untuk mengerjakannya secara independen dengan karakter yang berbeda," kata Estrada.
Robin Hood (1973) didasarkan pada kisah klasik Robin Hood, Little John, dan penduduk Nottingham yang berjuang melawan pajak berlebihan Pangeran John.
Namun dalam film animasi tersebut, kisah itu dibuat berlatar di dunia hewan yang diwujudkan sebagai manusia.
Robin Hood digambarkan sebagai rubah, Little John sebagai beruang, Friar Tuck sebagai luak, Pangeran John sebagai singa, sheriff Nottingham sebagai serigala, dan Maid Marian sebagai rubah betina.
Film animasi Robin Hood menghasilkan US$32 juta di box office dari anggaran US$5 juta, dan lagu film tersebut yang bertajuk Love menerima nominasi Oscar.
(end/end)


















































