Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan memangkas anggaran kementerian dan lembaga yang dinilai tidak efisien, serta membatasi pengajuan anggaran baru.
"Pada dasarnya kita akan memotong anggaran, saya akan batasin anggaran-anggaran yang baru jangan diajukan lagi gara-gara menteri itu ngajuin terus uangnya kurang puluh triliun itu kita batas, kita potong yang lain, kita akan sesuaikan tapi enggak akan sampai mengganggu ekonomi," ujar Purbaya saat ditemui wartawan usai Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Salahuddin, Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (21/3).
Purbaya mengungkapkan, langkah tersebut diambil setelah melihat usulan anggaran dari sejumlah kementerian yang justru mengalami kenaikan, alih-alih melakukan efisiensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadinya kita usulin mereka ngajuin 10 persen, tapi kalau saya tawarin ke mereka, mereka bukan motong malah nambah terus," kata Purbaya.
Ia mengatakan pemangkasan anggaran akan disesuaikan kembali melalui diskusi lanjutan dengan masing-masing kementerian, agar tetap selaras dengan kebutuhan program prioritas pemerintah.
"Saya bilang saya potong. Nanti mereka sesuaikan. Persenannya nanti kita lagi diskusikan," katanya.
Sebelumnya, Purbaya juga menyatakan setuju jika gaji menteri dan wakil menteri dipotong sebagai bagian dari penghematan anggaran.
"(Potong gaji menteri-wamen?) Setuju, itu kan bagus, gajinya sudah kegedean," kata Purbaya di Istana Negara, Kamis (19/3).
Ia menilai pemangkasan anggaran perlu dilakukan secara terpusat oleh pemerintah, lantaran kementerian cenderung tidak melakukan efisiensi jika diminta secara mandiri.
"Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikin semua malah," ujarnya.
Adapun sejumlah komponen anggaran yang menjadi sasaran efisiensi antara lain pengeluaran untuk rapat di hotel mewah serta program yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Macam-macam. Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, itu kan bisa dipilih," pungkasnya.
(lau/dna)
Add
as a preferred source on Google

















































