Purbaya Pertimbangkan Lanjutkan Insentif Mobil Listrik

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan opsi melanjutkan pemberian insentif untuk kendaraan listrik.

Saat ini ia tengah menghitung dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara hati-hati. Sebab, kebijakan insentif ini tersebut berpotensi memperlebar defisit.

"Saya hitung lagi. Kalau bagus, kita kasih," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengatakan pemerintah perlu berhati-hati dalam mengambil kebijakan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global yang menekan APBN. Salah satunya, potensi kenaikan beban subsidi energi serta ketidakpastian kinerja ekspor.

Menurutnya, pemberian insentif tetap dimungkinkan sepanjang dampaknya terhadap defisit anggaran masih dapat dikendalikan.

"Bisa saja (diberikan), tapi kalau defisitnya melebar, kita harus hitung lagi. Kita harus hati-hati karena ada tekanan dari BBM dan ekspor juga mungkin terganggu," ujarnya.

Karena itu, Kementerian Keuangan akan menghitung kembali seberapa besar pengaruh insentif kendaraan listrik terhadap posisi defisit APBN.

"Jadi kita akan hitung seberapa besar dampaknya ke defisit. Kalau tidak terlalu besar ya enggak apa-apa," kata Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya telah mengusulkan pemberian insentif kendaraan bermotor kepada Kementerian Keuangan. Skema stimulus yang diusulkan kali ini lebih terperinci dibandingkan kebijakan insentif otomotif pada masa pandemi COVID-19.

Menurutnya, rancangan insentif mencakup sejumlah aspek seperti segmen kendaraan, teknologi yang digunakan, hingga tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

"Soal otomotif usulan insentif stimulus yang sudah kami kirim ke Pak Menkeu. Ada spill sedikit lah, ada perbedaan. Di sini kita akan kenakan, di sini yang kita usulkan itu lebih detail, lebih detail dibandingkan dengan periode kita menghadapi Covid yang lalu, dari segmen, dari teknologi, dari sisi TKDN, bobot TKDN dan sebagainya itu kita buat lebih detail," ujar Agus pada Sabtu (3/1) dikutip CNBC Indonesia.

Secara khusus, pemerintah juga berencana mendorong pembeli pertama kendaraan listrik agar adopsi electric vehicle (EV) di Indonesia semakin luas.

"Kalau bicara electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)

Read Entire Article
Korea International