Purbaya Pede Daya Beli Masyarakat Masih Kuat: Jalanan Macet, Mal Penuh

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kemacetan di Jakarta, Bogor, hingga Bandung serta ramainya pusat perbelanjaan alias mal menjadi tanda daya beli masyarakat Indonesia masih kuat.

Menurut Purbaya, sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan konsumsi rumah tangga masih tumbuh positif.

Ia mengutip data Mandiri Spending Index per 17 Mei 2026 yang menunjukkan konsumsi masyarakat meningkat ke level 123,2, yang didorong belanja consumer goods, kebutuhan rumah tangga, dan mobilitas masyarakat. Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Purbaya mengungkap penjualan mobil dan motor pada April 2026 meningkat signifikan.

Penjualan mobil tercatat naik 55 persen, sedangkan penjualan sepeda motor tumbuh 28,1 persen.

"Ini menunjukkan domestic demand yang kuat dan juga to some extent menggambarkan daya beli masyarakat yang masih kuat," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Purbaya mengatakan kondisi tersebut juga terlihat dari aktivitas ekonomi yang ramai di berbagai daerah. Kondisi pusat perbelanjaan yang penuh pengunjung, juga lalu lintas yang padat menunjukkan aktivitas ekonomi masih berjalan kuat.

"Kalau kita ke Jakarta, Bogor, Bandung, macet. Mal penuh menggambarkan ya memang ekonomi aktifitas, daya beli masyarakat tetap cukup," ujar Purbaya.

Ia juga menanggapi laporan mengenai pelanggan warteg yang disebut mulai mengurangi porsi makan akibat melemahnya daya beli. Purbaya mengingatkan agar kesimpulan tersebut tidak diambil hanya berdasarkan pengamatan di beberapa warung makan saja.

Menurutnya perlu dilihat apakah fenomena tersebut terjadi secara luas atau hanya terjadi pada usaha tertentu yang menghadapi persoalan persaingan.

"Sampel Anda berapa warteg? Itu kan bisa saya bisa cari warteg yang ini mungkin jelek, mungkin lima warteg, tapi mungkin aja dia kalah bersaing, (warteg) sana lebih bagus, pindah ke sana. Itu yang kita mesti hati-hati," ujar Purbaya.

Meski demikian, Purbaya mengaku akan menelusuri lebih lanjut informasi tersebut.

"Saya bukannya anti, saya akan periksa, tapi jangan anda sampai simpulkan satu atau dua di tempat situ satu tempat terus artinya semuanya seperti itu, belum tentu," ujarnya.

Ia berharap pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), pensiunan, dan penerima tunjangan yang sedang berlangsung dapat menambah daya beli masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International