Puasa, Kortisol, dan Dampaknya pada Kesehatan Kulit

1 day ago 6

CNN Indonesia

Senin, 09 Mar 2026 01:00 WIB

Perubahan hormon saat puasa bisa memengaruhi kulit. Namun dengan pola hidup seimbang, efeknya justru bisa positif. Ilustrasi. Saat puasa, hormon kortisol bisa meningkat dan berpengaruh terhadap kesehatan kulit. (Pexels)

Jakarta, CNN Indonesia --

Selama Ramadhan, tubuh mengalami berbagai penyesuaian, mulai dari pola makan, jam tidur, hingga ritme hormon. Salah satu hormon yang ikut beradaptasi adalah kortisol, hormon yang berperan dalam respons stres. Perubahan ini kerap dikaitkan dengan beragam dampak pada tubuh, termasuk kondisi kulit.

Namun, perubahan tersebut tidak selalu berdampak negatif. Dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, serta asupan cairan yang terpenuhi, puasa justru dapat membantu tubuh menjadi lebih teratur dan seimbang, termasuk dalam menjaga kesehatan kulit.

Dilansir dari jurnal Universitas Airlangga, kortisol merupakan hormon yang diproduksi kelenjar adrenal ketika tubuh merespons stres. Produksinya diatur oleh otak melalui hormon ACTH (adrenocorticotropic hormone).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat seseorang mengalami stres, baik fisik maupun emosional, tubuh akan meningkatkan produksi kortisol untuk membantu proses adaptasi.

Dalam kadar normal, kortisol berperan penting dalam menjaga metabolisme, tekanan darah, hingga sistem kekebalan tubuh. Masalah biasanya muncul ketika kadarnya terlalu tinggi atau tidak stabil dalam jangka panjang.

Puasa yang dijalankan dengan pola makan teratur dapat membantu menstabilkan hormon ini. Ketika asupan lebih terkendali dan ritme makan lebih teratur, pikiran cenderung lebih jernih dan emosi lebih terkelola, sehingga tingkat stres pun ikut menurun.

Selama puasa, tubuh tidak mendapat asupan cairan selama belasan jam. Karena itu, pemenuhan cairan saat sahur dan berbuka menjadi kunci penting.

Mengutip laman Fakultas Kedokteran IPB University, kekurangan cairan dapat memengaruhi vitalitas kulit. Kulit bisa terasa lebih kering, kencang, atau tampak kusam apabila kebutuhan cairan tidak terpenuhi.

Kondisi ini sebenarnya dapat dicegah dengan memastikan konsumsi air sekitar dua liter per hari serta menjaga kelembapan kulit dari luar menggunakan pelembap.

Dengan hidrasi yang cukup, kulit tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai pelindung tubuh secara optimal.

Pola hidup seimbang dan risiko jerawat

Perubahan jam tidur dan stres memang dapat memengaruhi produksi kortisol. Ketika puasa dijalankan dengan manajemen stres yang baik, tidur cukup, serta pola makan yang terkontrol, produksi hormon cenderung lebih stabil. Hal ini membantu menjaga keseimbangan kulit dan menekan risiko peradangan seperti jerawat.

Dalam kajian National Institutes of Health (NIH), kesehatan kulit dipengaruhi banyak faktor, mulai dari stres, pola makan, sistem imun, hingga gaya hidup secara keseluruhan. Pembatasan kalori dalam batas wajar bahkan dikaitkan dengan efek positif terhadap metabolisme dan proses penuaan.

Ramadan bisa menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas asupan makanan. Memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta makanan kaya antioksidan dapat membantu menjaga elastisitas kulit sekaligus melawan radikal bebas.

Sebaliknya, konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan lemak berisiko memicu produksi minyak berlebih pada kulit. Karena itu, menjaga kualitas menu sahur dan berbuka memegang peran penting dalam mempertahankan kesehatan kulit.

Tips menjaga kulit selama ramadan

Agar kulit tetap sehat dan segar selama puasa, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

• Penuhi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas antara berbuka dan sahur, dua gelas saat sahur).

• Tidur cukup sekitar 6-8 jam per hari.

• Perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta batasi makanan manis dan berminyak.

• Gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.

• Kelola stres dan tetap lakukan aktivitas fisik ringan.

Perubahan hormon seperti kortisol selama Ramadan merupakan bagian dari proses adaptasi alami tubuh. Selama kebutuhan cairan terpenuhi, pola makan seimbang, dan stres terkelola dengan baik, puasa justru dapat mendukung keseimbangan tubuh secara menyeluruh, termasuk membantu menjaga kesehatan dan kecerahan kulit.

(anm/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International