Jakarta, CNN Indonesia --
Hujan diprediksi bakal kembali mengguyur sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Simak prediksinya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 6-12 Januari, memprediksi bahwa dalam sepekan ke depan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal akan berperan signifikan dalam memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada skala global, El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif, yang mengindikasikan La Nina lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air.
Kemudian, BMKG juga memprakirakan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) aktif dalam sepekan ke depan melintasi wilayah Aceh, Aceh, Sumatra bagian Selatan, Jawa, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, dan sebagian besar Papua.
Selain itu, gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator diprakirakan aktif dalam sepekan ke depan di wilayah Aceh, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
"Fenomena-fenomena ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak," kata BMKG dalam keterangannya, Senin (5/1).
Selain itu, faktor lain yang mendukung pembentukan awan hujan adalah kemunculan Siklon Tropis Jenna yang terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung bergerak ke arah selatan. Intensitas siklon ini diprediksi meningkat menjadi siklon tropis kategori 2 (48-63 knot) dalam beberapa hari ke depan.
Menurut BMKG siklon ini secara tidak langsung memberikan dampak berupa gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di sebagian wilayah Sumatra bagian selatan dan Jawa bagian barat.
Kemudian, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat Aceh dan Laut China Selatan sebelah utara Kalimantan, yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin dan pertemuan angin di Samudra Hindia barat Aceh, Laut China Selatan, dan dari Laut Sulu hingga Laut China Selatan.
"Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di sejumlah wilayah," kata BMKG.
(dmi/dmi)

















































