Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini 11 Maret: Masih Potensi Hujan

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Rabu (11/3) siang. Simak prediksinya.

BMKG melalui laman Instagram resminya merinci, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat diprakirakan berawan tebal pagi ini, kemudian hujan ringan pada siang hingga sore hari, dan berawan pada malam hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Antara, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, yakni berawan tebal pada pagi hari, lalu hujan ringan pada siang hingga sore hari, dan berawan pada malam hari.

Jakarta Utara diprakirakan berawan tebal pagi ini, lalu berawan pada siang hari, kemudian hujan ringan pada sore hari, dan berawan pada malam hari.

Sementara itu, Kepulauan Seribu kemungkinan hujan ringan pagi ini, lalu berawan tebal pada siang hingga malam hari.

Suhu rata-rata Ibu Kota hari ini berkisar antara 26-27 derajat Celcius.

BMKG sebelumnya mengungkap intensitas curah hujan di Jakarta dan sekitarnya tengah menurun dibandingkan pekan sebelumnya dikarenakan dinamika atmosfer yang mereda.

"Betul (tidak ada hujan lebat di Jabodetabek), pekan ini dinamika atmosfernya sedang mereda, intensitas curah hujan menurun dibanding pekan sebelumnya, namun untuk beberapa wilayah masih ada potensi," ujar Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/3).

Wilayah Jabodetabek diguyur hujan dengan intensitas sangat lebat pada akhir pekan lalu. Pada periode tersebut, curah hujan harian pada kategori sangat lebat teramati di wilayah Banten (141.8 mm/hari) dan Jakarta Timur (123.4 mm/hari).

Meski Jabodetabek cenderung aman dari hujan lebat, Andri menyebut sejumlah wilayah lain berpotensi mengalami cuaca ekstrem tersebut.

Menurut BMKG, tingginya intensitas hujan selama periode tersebut, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia.

Monsun Asia disebut mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Jawa, sehingga memperkuat daerah konvergensi dan memicu pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial melintas di sebagian wilayah Indonesia juga turut meningkatkan anomali angin baratan yang semakin mendukung pembentukan awan konvektif.

Kondisi tersebut, kata BMKG, diperkuat oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang signifikan, terutama di Jawa bagian barat, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia khususnya bagian selatan.

(dmi/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International