Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan 80 persen kuota beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dialokasikan untuk keilmuan saintek (science, technology, engineering, and mathematic/ STEM).
Ia menyampaikan itu usai Prabowo berdiskusi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).
"Termasuk tadi juga beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen," kata Pras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan wacana itu guna mengejar ketertinggalan Indonesia dalam bidang tersebut.
Pemerintah tengah fokus mengejar ketertinggalannya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Pada hari ini, Prabowo berdiskusi dengan guru besar, rektor, hingga dekan ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1) hari ini.
Wamendikti Saintek Stella Christie menyebut pertemuan ini merupakan momen bersejarah. Ia menyebut Prabowo merupakan presiden yang sangat peduli akan perkembangan iptek di Indonesia.
Ia juga menyampaikan di bawah kepemimpinan Prabowo anggaran Kemendikti Saintek mengalami peningkatan yang signifikan.
Dalam kesempatan itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan peningkatan anggaran riset nasional hingga 50 persen.
Ia menyampaikan Prabowo menaruh perhatian besar terhadap peningkatan dana penelitian di Indonesia.
Ia pun menyatakan peningkatan ini penting lantaran dana riset Indonesia saat ini baru sekitar 0,3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
(mnf/sfr)

















































