Pindah Lapangan, Penyebab Jafar/FelishaTumbang di Semifinal

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu mengakui kegagalannya beradaptasi pada kondisi kalah angin saat pindah lapangan di interval gim ketiga jadi faktor yang membuat mereka kalah dari Mathias Christiansen/Alexandra Boje di babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026, Sabtu (24/1).

Jafar/Felisha sudah unggul 11-4 di interval gim ketiga. Namun ketika posisi lapangan pindah, Jafar/Felisha tidak mampu mempertahankan tekanan. Mereka terus ditekan dan kalah 17-21.

"Puji Tuhan tetap bersyukur walaupun kami kalah hari ini. Kesempatannya ada [untuk menang], cuma gagal memanfaatkannya, terus banyak tertekan di lapangan game 2 [yang juga merupakan lapangan setelah interval game 3]. Kami gak bisa keluar dari tekanan," ucap Felisha seusai pertandingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat pindah lapangan di interval game ketiga, Jafar/Felisha menempati posisi kalah angin. Hal tersebut yang membuat Jafar/Felisha berbalik sering tertekan di paruh akhir gim ketiga.

"Kondisi angin berasa banget beda. Di awal [posisi lapangan] gim ketiga, memang nyaman banget buat cari serangan."

"Saat ganti lapangan [usai interval], susah mengendalikan, mereka juga mempercepat tempo Karena menang angin, mereka bisa terus menekan. Kami kalah di kekuatan tangan dan gak bisa nyaman di pola kami," kata Felisha.

Felisha pun menyadari bahwa mereka harus menambah kekuatan tangan sehingga bisa menahan tekanan lawan saat kalah angin.

"Evaluasinya, bagaimana cara kami keluar dari tekanan lawan di kondisi lapangan yang gak nyaman buat kami."

"Sedangkan untuk evaluasi jangka panjang, ada di power tangan. Kalau kalah angin, kami susah banget menyerang karena kalah power-nya kalah," kata Felisha.

Senada dengan Felisha, Jafar mengakui bahwa perubahan di gim ketiga jadi faktor penentu. Padahal, mereka sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi tekanan tersebut.

"Untuk permainan [kami] sebenarnya cukup bagus, gak terlalu jelek-jelek banget. Kami tahu di interval gim ketiga, mereka bakal mempercepat."

"Tekanan mereka bikin kami agak-agak takut untuk buka bola karena smesnya kencang," tutur Jafar.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/ptr/rhr)

Read Entire Article
Korea International