Perang Iran-AS Bikin Industri Chip Waswas, Harga HP Terancam Meroket

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan khawatir perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah memperparah kelangkaan chip yang sudah terjadi dan berimbas pada kenaikan harga gadget seperti smartphone hingga laptop.

Kim Young-bae, anggota parlemen partai berkuasa, mengatakan bahwa industri chip Korea Selatan khawatir konflik yang berkepanjangan akan mengganggu pasokan bahan baku utama dari Timur Tengah dan mendorong kenaikan harga chip akibat lonjakan biaya energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Industri semikonduktor menilai krisis tersebut berpotensi menghambat rencana perusahaan teknologi besar untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di Timur Tengah dalam jangka panjang, yang pada akhirnya dapat menekan permintaan chip.

Kim menyampaikan hal tersebut usai bertemu dengan para eksekutif perusahaan seperti Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia, serta perwakilan kelompok bisnis dan perdagangan.

"Kita mengatakan bahwa siklus super semikonduktor telah tiba, tetapi rencana pembangunan pusat data sangat mungkin terganggu dan berpotensi menimbulkan masalah pada permintaan chip," kata Kim dalam konferensi pers, melansir Reuters, Kamis (5/3).

Ia menambahkan, para pejabat mengemukakan kemungkinan produksi semikonduktor dapat terganggu apabila sejumlah bahan baku kunci tidak dapat lagi dipasok dari Timur Tengah.

Industri chip disebut khawatir krisis Iran akan mengganggu pasokan sejumlah material penting pembuatan chip, seperti helium, dari kawasan tersebut. Helium merupakan unsur vital dalam pengelolaan panas selama proses produksi semikonduktor dan hingga kini belum memiliki alternatif yang layak.

Bisa bikin harga HP 'meroket'

Sebelum perang meletus, krisis pasokan chip memori (RAM) global sudah mengkhawatirkan. Permintaan chip dalam beberapa waktu belakangan memang cukup tinggi dengan booming teknologi AI.

Pada awal tahun ini, krisis tersebut mulai mendorong kenaikan harga komponen komputer dan berpotensi merembet ke industri smartphone. Harga HP diprediksi naik gila-gilaan.

Meski dampaknya pada ponsel belum sepenuhnya terasa, laporan terbaru menyebut kondisi ini bisa menghantam pasar smartphone dalam beberapa bulan ke depan.

Laporan lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC) memprediksi pasar smartphone global akan menyusut 12,9 persen pada 2026. IDC bahkan menyebut kondisi ini berpotensi memicu "krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya" di industri tersebut.

IDC menilai gejolak sebelumnya akan terlihat sepele dibandingkan kondisi saat ini. Mereka menyebut "tarif dan krisis pandemi tampak seperti lelucon dibandingkan dengan ini".

Bagi konsumen, prospeknya juga kurang menggembirakan. Sebagai respons atas kekurangan memori, Bloomberg melaporkan bahwa produsen smartphone mulai mengurangi spesifikasi, menghapus model entry-level yang kurang menguntungkan, serta mendorong konsumen beralih ke perangkat kelas atas.

Perubahan ini diperkirakan tidak hanya berlangsung sementara. Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, mengatakan bahwa pasar smartphone akan mengalami pergeseran besar dalam ukuran pasar, harga jual rata-rata, dan lanskap persaingan setelah krisis berakhir.

Bloomberg memperkirakan situasi ini dapat berlanjut hingga 2027. Bahkan ketika pasokan kembali stabil, struktur harga lama dinilai sulit untuk kembali seperti sebelumnya.

(dmi/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International