CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 13:30 WIB
Penyalur asisten rumah tangga (ART) untuk Erin, Nia, tak gentar menghadapi ancaman tuntutan hukum dari mantan istri Andre Taulany tersebut. (Tangkapan layar instagram @erintaulany)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penyalur asisten rumah tangga (ART) untuk Rien Wartia Trigina alias Erin, Nia, tak gentar menghadapi ancaman tuntutan hukum dari mantan istri Andre Taulany tersebut terkait dugaan penganiayaan terhadap H.
Nia dilaporkan balik oleh Erin dengan dugaan pencemaran nama baik atas kicauan Nia di media sosial bahwa Erin sudah menganiaya H.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nia menegaskan bahwa dirinya datang ke kediaman Erin pada malam kejadian karena rasa tanggung jawabnya sebagai penyalur H. H sendiri meminta tolong kepada Nia karena mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari Erin.
"Tidak apa-apa [digugat Erin]. Saya waktu itu kan datang malam-malam sesuai laporan pekerja saya. Ini laporan pekerja saya, saya datang malam itu dengan niat baik-baik, etika baik-baik juga saya datang," kata Nia di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (4/5).
"Saya sebelum ke situ pun saya enggak membawa polisi, dan yang menyuruh melapor ke polsek juga Bu Erin," lanjutnya seperti diberitakan detikHot pada Selasa (5/5).
"Karena saya datang ke sana dengan baik-baik saya ingin menjemput pekerja saya, lalu dia menyuruh saya untuk diusir, dan saya harus laporan ke polsek. Dari malam itu di depan polisi juga dia [H] di sana itu teriak-teriak minta tolong bahwa dia dicekik, dicakar."
"Jadi kan kita enggak mungkin dong tinggalin dia [H] di situ kan, terpaksa saya bawa pulang. Jadi Bu Erin membantah itu dengan klarifikasi dia sendiri, tapi saya ada di tempat itu dan dengar sendiri beserta bapak polisi juga," katanya.
"Kalau terjadi apa-apa [kepada ART], saya dong yang salah. Apa tanggung jawab saya sebagai penyalur kalau saya tidak membawa dia pulang?"
Setelah memberikan pernyataan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (4/5), H selaku mantan ART Erin membeberkan kronologi dugaan penganiayaan yang ia terima.
Dalam ceritanya, H mengaku dirinya kerap dihina dan diomeli oleh Erin hanya karena kesalahan sepele seperti tidak menutup pintu kamar mandi. Bahkan gegara masalah itu, H mengaku dipukul Erin dengan kepala gagang sapu.
H juga mengaku Erin menghinanya dengan kata-kata kasar seperti "bego", "gembel", dan "tolol". H juga menuding Erin sehabis salat menyuruhnya jongkok dan kemudian kepalanya ditendang oleh Erin hingga terjungkal.
Kasus perselisihan antara Erin dan Hera mencuat ke publik setelah akun media sosial milik penyalur H memviralkan dugaan penganiayaan tersebut.
Kasus ini dimulai setelah H melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari. Dalam laporan, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik, seperti pemukulan, pencekikan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.
Namun, Erin membantah keras seluruh tudingan tersebut. Ia mengklaim punya bukti kuat berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan bahwa insiden penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi.
Jika Anda mengalami, melihat, mendengar, dan mengetahui tindak kekerasan atau pun pelecehan kepada perempuan dan anak, hubungi SAPA via telepon 129 atau melalui WhatsApp 08111-129-129.(end)
Add
as a preferred source on Google

















































