Pengusaha Minta Rem, Amran Justru Pastikan B50 Sudah Jalan Tahun Ini

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kebijakan mandatori biodiesel B50 tetap berjalan pada tahun ini meski pelaku industri meminta untuk ditunda.

Amran menegaskan, implementasi program tersebut bukan lagi rencana, melainkan sudah terealisasi.

"Bukan optimis (lagi), sudah (jalan). Janganlah selalu yang kemarin (sudah jalan) jangan sampai diberitakan lagi optimis. Tulis sudah terjadi. Sudah terealisasi. B50 jadi, setop impor jadi, ekspornya sudah," kata Amran di Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu (5/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program B50, kata Amran, dijalankan dengan memanfaatkan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam negeri yang melimpah. Sebagian ekspor dialihkan untuk kebutuhan energi domestik, khususnya sebagai bahan baku biodiesel pengganti solar.

"Tahun ini, kita tarik 5,3 juta ton untuk jadikan solar, biofuel. Berarti ekspor kita berkurang, kemudian kita hentikan impor solar. Ini menguntungkan devisa negara dan petani karena harga CPO naik," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini justru memberikan dampak berlapis. Selain mengurangi ketergantungan impor energi, peningkatan permintaan dalam negeri juga mendorong harga CPO dan produksi sawit.

"Petaninya untung, negara untung, ekspornya justru naik. Dari 26 juta ton, naik menjadi 32 juta ton. Artinya, produksi kita lebih dari cukup," kata Amran.

Ia juga menepis kekhawatiran implementasi B50 akan mengganggu pasokan dalam negeri. Amran menegaskan kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas sebelum ekspor dilakukan.

"Produksi kita naik 6 juta (ton). Terpenuhi, lebih. Kita penuhi dulu kebutuhan dalam negeri, baru ekspor," ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah pelaku industri justru meminta pemerintah menahan implementasi B50. Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga menilai kebijakan tersebut perlu dikaji lebih dalam dari sisi ekonomi.

"Kalau tidak logic, di-skip saja. Saya tidak melihat ada logika bikin B50," kata Sahat beberapa waktu silam.

Sahat menyoroti perbedaan harga yang signifikan antara biodiesel berbasis CPO dan bahan bakar fosil.

Dengan harga CPO sekitar US$920 per ton ditambah biaya produksi, harga energi biodiesel dinilai jauh lebih mahal dibandingkan minyak mentah yang berada di kisaran US$70 per barel.

(del/rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International