Jakarta, CNN Indonesia --
Pencarian kata kunci 'imam mahdi' di Google mendadak naik di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat-Israel. Ternyata, perang yang terjadi di Iran ini banyak dikaitkan oleh netizen dengan tanda-tanda kiamat, termasuk kemunculan Imam Mahdi.
Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu (4/3), beberapa pencarian meningkat terkait Imam Mahdi di Google, seperti "imam mahdi muncul," "dajjal," "dimana imam mahdi muncul," dan "isfahan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pencarian bahkan mengalami Breakout atau mengalami peningkatan lebih dari 5000 persen.
Di Indonesia, pencarian kata kunci tersebut mulai menanjak pada Sabtu (28/2) ketika Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran. Pencarian kata kunci 'imam mahdi' mencapai puncaknya pada Senin (2/3), sebelum akhirnya melandai.
Pencarian ini meningkat diduga usai narasi 70 ribu pasukan yang dilontarkan Israel dikaitkan dengan sebuah hadits dari Shahih Muslim, yakni hadits nomer 7.034.
Anas Bin Malik mengatakan bahwa Rasullah SAW berkata: "Dajjal akan diikuti 70.000 Yahudi dari Isfahan mengenakan selendang Persia."
Hadits ini lantas dikaitkan dengan pernyataan terbaru dari pihak militer Israel yang menyebut bahwa operasi gabungan dengan AS telah disiapkan selama berbulan-bulan melalui koordinasi intensif. Disebutkan pula bahwa sekitar 70.000 personel cadangan Israel dipanggil, terutama dari satuan pertahanan udara.
Angka 70.000 lantas ramai dibahas di media sosial karena sangat spesifik. Sebagian warganet menghubungkannya dengan hadits tentang Dajjal tersebut.
"Bentar, 70 ribu pasukan??? Kenapa kok spesifik banget 70 ribu??? Jangan-jangan konspirasi Dajjal sebenernya sudah turun, hanya saja lagi bekerja di balik layar Israel dan US, itu bener?" kata seorang warganet dengan akun @afr***, Sabtu (28/2).
Namun, ada juga warganet yang mengimbau untuk tidak langsung melakukan cocoklogi hanya karena angka yang sama.
"Jangan langsung percaya sama yang kayak gini gaes. 70 ribu pasukan itu datangnya dari Isfahan, bukan dari Israelnya. Dan ingat, Dajjal keluar di masa krisis parah, paceklik, orang pada desperate gak bisa hidup, orang pada saling bunuh buat bisa makan, pas Dajjal keluar kasih harta benda ya mereka gak bisa nolak.. ini skenario yang logisnya terjadi pada masa post-apocalypse (misal, pasca perang dunia 3)," kata @erlanis**** di X, Minggu (1/3).
"Jangan dibayangin Dajjal keluar di saat dunia mapan dan sejahtera, nope. Dajjal itu fitnah terbesar yg pernah ada di dunia, orang bakal pada ngikut Dajjal walaupun tau dia Dajjal, karena kepepet dan gak bisa makan.
Saking parahnya fitnah Dajjal, Nabi perintahkan umatnya untuk menjauh dan jangan mendengarkan, sampai ada orang yang mengikat anggota keluarganya agar gak mendatangi Dajjal," tambahnya.
(lom/dmi)


















































