Negosiasi Damai Iran-AS Alami Kemajuan, tapi Belum Ada Kesepakatan

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang telah mengalami kemajuan. Namun, kedua pihak masih jauh dari kata kesepakatan.

Menurut dia, sejumlah poin mendasar belum terselesaikan, sehingga kesepakatan belum dapat dicapai.

"Kami masih jauh dari pembahasan final," ujar Ghalibaf yang juga menjadi salah satu negosiator, dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Iran, Sabtu (18/4) mengutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami membuat kemajuan dalam negosiasi, tetapi masih ada banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar yang belum terselesaikan," jelasnya.

Presiden Donald Trump telah mengutarakan kepercayaannya AS danIran akan segera mengakhiri perang dalam perundingan damai yang tengah berlangsung.

Trump mengatakan pertemuan kedua AS-Iran kemungkinan akan memperpanjang masa gencatan senjata yang mulanya disepakati selama dua pekan.

"Kita akan lihat apa yang terjadi. Tapi, saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran," kata Trump ke jurnalis di luar Gedung Putih pada Kamis (16/4).

Trump lalu mengatakan jika kedua negara berhasil mencapai kesepakatan, dia mungkin akan terbang ke Islamabad, Pakistan.

Saat berkunjung di Las Vegas, Trump kembali menegaskan "perang seharusnya bisa segera berakhir."

Sementara itu, salah satu sumber Pakistan mengatakan ada kemajuan dalam diplomasi jalur belakang. Pertemuan AS-Iran di masa depan juga disebut-sebut akan meneken perjanjian.

Sumber itu mengatakan, kedua pihak nantinya akan menandatangani nota kesepahaman lalu diikuti perjanjian komprehensif dalam waktu 60 hari.

"Kesepakatan rinci akan menyusul kemudian. Kedua pihak pada prinsipnya sudah setuju. Dan detail teknis akan menyusul nanti," kata dia, dikutip Reuters.

Sumber lain mengatakan mediator utama Pakistan, Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir, sudah mengadakan pembicaraan di Teheran dan sudah mencapai terobosan untuk isu-isu pelik.

Amerika Serikat dan Iran sempat menggelar negosiasi damai di Islamabad pada pekan lalu. Namun, saat itu pembicaraan berlangsung alot.

AS ingin Iran mengakhiri program nuklir dan menyerahkan seluruh uranium yang diperkaya. Teheran menolak dan meminta Washington menghormati hak mereka memperkaya uranium.

Perundingan pertama berlangsung usai Amerika Serikat dan sekutu dekatnya Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari. Operasi ini menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat pertahanan Iran lain tewas.

Iran tak tinggal diam. Mereka langsung membalas serangan ke Israel dan aset militer AS di negara-negara Teluk. Teheran juga menutup Selat Hormuz yang jadi rute penting untuk pelayaran minyak global.

(dhz/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International