Pemerintah Resmi Batasi Beli Pertalite 50 Liter per Hari Mulai 1 April

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah resmi membatasi pembelian BBM subsidi, pertalite dan solar, 50 liter per kendaraan per hari mulai besok, Rabu (1/4).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan langkah itu diambil untuk memastikan distribusi BBM lebih adil.

"Untuk memastikan distribusi BBM yang lebih adil dan merata, pembelian BBM subsidi dilakukan melalui penggunaan barcode
MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan per hari," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (31/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pembatasan itu tidak berlaku bagi kendaraan umum untuk orang dan barang.

"Pengaturan ini mulai berlaku per 1 April 2026," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong agar masyarakat bijak saat membeli BBM. Menurut dia, satu mobil pribadi cukup diisi 50 liter per hari.

"Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter Itu tanki sudah penuh satu hari. Kita akan mendorong ke sana," kata Bahlil.

Menurut dia, di tengah lonjakan harga minyak dunia, pemerintah membutuhkan kerja sama dengan masyarakat. Salah satunya, warga bisa mendukung dengan mengisi BBM secara bijak.

"Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak," jelasnya.

Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu menyebabkan harga minyak mentah dunia menembus US$100 per barel. Hal itu tak lepas dari terganggunya distribusi pasokan minyak setelah Iran membatasi akses Selat Hormuz yang merupakan jalur perdagangan dunia.

Mengutip Reuters, pagi ini, harga minyak mentah Brent kontrak Mei turun US$1,22 atau 1,08 persen menjadi US$111,56 per barel setelah sebelumnya sempat naik 2 persen. Sementara kontrak yang lebih aktif untuk Juni berada di level US$105,76 per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS kontrak Mei juga turun 98 sen atau 0,95 persen ke posisi US$101,90 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 9 Maret pada awal perdagangan.

Sebagai pembanding, pada 27 Februari, sehari sebelum serangan AS-Israel dimulai terhadap Iran, harga minyak mentah Brent dan WTI masing-masing berada di level US$72,48 dan US$67,02 per barel.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International